<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286</id><updated>2011-07-31T03:17:53.178+08:00</updated><category term='we will not go down'/><category term='kompensasi'/><category term='capasitor'/><category term='tidur'/><category term='arus'/><category term='kentut'/><category term='tegangan'/><category term='AVIRA'/><category term='allah'/><category term='power faktor'/><category term='antivirus removal'/><category term='pf'/><category term='info'/><category term='cerita lucu'/><category term='update symantec'/><category term='gaza lyric'/><category term='kepribadian mahasiwa'/><category term='kapaitor'/><category term='leadership'/><category term='faktor daya'/><category term='lamaran'/><category term='astl'/><category term='lucu'/><category term='NAV'/><category term='imut'/><category term='mcafee'/><category term='kapasitor'/><category term='Michael Heart'/><category term='facebook'/><category term='sistem tubuh'/><category term='kesehatan'/><category term='update NAV'/><category term='NAV update'/><category term='cerita'/><category term='pekerjaan'/><category term='komputer'/><category term='symantec'/><category term='doraemon'/><category term='twenty'/><category term='obras'/><category term='Song for Gaza'/><category term='buku'/><category term='antivirus'/><category term='antivirus terbaru'/><category term='listrik'/><category term='virus'/><category term='power'/><category term='zionis'/><category term='avg'/><title type='text'>Welcome in My Site....</title><subtitle type='html'>Selamat Datang di Blog ku...
Silahkan isi komentar Anda dibawah ini...


('Cuap-Cuap' Box)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-5469357872949729581</id><published>2009-05-22T10:31:00.000+08:00</published><updated>2009-05-22T10:39:40.540+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zionis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><title type='text'>Waspada FACEBOOK.COM !!!</title><content type='html'>(All I know about advertising on Facebook…)&lt;br /&gt;Posted by izzi in Artikel.&lt;br /&gt;trackback&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu belakangan ini, banyak beredar di milis-milis bahwa Facebook (FB) ada hubungan dengan Zionis –&gt; satu dari asal-muasal sumber dana perang Gaza.&lt;br /&gt;Berikut ini mekanisme beriklan di Facebook :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketik landing page yang anda inginkan untuk dipromosikan.&lt;br /&gt;2. Buat redaksi iklannya, judul maksimal 25 karakter, body maksimal 135 karakter, foto.&lt;br /&gt;3. Pilih target audience yang diinginkan dengan mengisi kuesioner yang meliputi pertanyaan tentang umur audience, lokasi, tempat kerja, kata kunci, jenjang pendidikan, jenis kelamin, dsb. Nanti facebook akan mengkalkulasi jumlah potensi audience yang sesuai dengan kriteria tersebut.&lt;br /&gt;4. Tentukan anggaran dengan memilih antara pay for click atau pay for views. Tentukan anggaran harian maksimal dan anggaran minimal. Untuk pay for click masing-masing US$ 0,01 kalau pay per views US$ 0,1 per 1000 impresions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan tersebut bisa dilihat bahwa model penjualan iklan facebook berbeda dengan di TV. Facebook sudah memberikan standar harga untuk masing-masing iklan sesuai jumlah klik atau penampakan. Kalau TV mungkin ada yang lebih tau. Kalau mau facebook nggak untung harusnya bukan sekedar tidak mengklik, tapi jangan mengiklan sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha iya, dapet duit dari mana kalo gak di-klik iklannya? Berarti, kalo emang bener facebook berhubungan dengan Yahudi, selama kita tidak:&lt;br /&gt;1. mengklik iklannya&lt;br /&gt;2. beriklan di facebook&lt;br /&gt;3. beli virtual goods di facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga “nyumbang” ke FB kan? berarti ga nyumbang Yahudi juga,,,&lt;br /&gt;Model bisnis seperti Facebook dapet duit dari iklan (pemasangan dan pelelangan space), dan setelah dipasang ada perhitungan pay-per-click, ama jualan virtual goods (kayak gifts). Namun juga, keanggotaan/ keaktifan kita di FB bisa jadi media promosi buat FB, dan bikin space iklan di FB jadi lebih mahal buat pengiklan.. Kalau jumlah pendaftar biasanya bisa buat jualan ke investor. Ini nih jumlah member gw sekian juta orang. Lo tertarik invest ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya rasa cukup aman kalau kita menyimpulkan:&lt;br /&gt;- Bisa tetap aktif di FB, dengan syarat:&lt;br /&gt;1. tidak beriklan&lt;br /&gt;2. tidak mengklik iklan&lt;br /&gt;3. tidak membeli virtual goods&lt;br /&gt;4. tidak membuat terlena hingga lupa ibadah, makan, tidur, dll&lt;br /&gt;5. memanfaatkan sebagai media silaturrahim dan sarana menyebar kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo belum puas…&lt;br /&gt;Solusi komprehensif memang membuat tandingan killer aplication di internet. Tapi jujur hal ini bukan hal mudah. Untuk riset saja bukan semudah membalikkan telapak tangan. Kemudian setelah jadi juga perlu dipromosikan, perlu banyak ustad (kalau istilah luar ‘evangelist’ ) yang mengenalkan dari mulut ke mulut. Terus, belajar dari Matt Mullenweg, pengembangan produk dibuat dengan menggunakan lisensi GPL supaya setiap orang bisa berkontribusi. Tapi untuk melibatkan orang tersebut kita perlu menjalin relasi yang intensif dan sering memberi apresiasi meskipun tidak dengan uang. Bagaimana sudah siap ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-diramu dari berbagai sumber-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sumber : milis (fanly wisesa &lt;fanlywisesa@yahoo.com&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-5469357872949729581?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/5469357872949729581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/05/waspada-facebookcom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5469357872949729581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5469357872949729581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/05/waspada-facebookcom.html' title='Waspada FACEBOOK.COM !!!'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-8993264892354307192</id><published>2009-03-11T17:13:00.000+08:00</published><updated>2009-03-11T17:15:06.081+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lamaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><title type='text'>Pekerjaan.. Dicari!!!</title><content type='html'>LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penghuni Syurga&lt;br /&gt;B. Penghuni Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal&lt;br /&gt;abadi,kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor,&lt;br /&gt;berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nikmat kubur.&lt;br /&gt;2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.&lt;br /&gt;3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan&lt;br /&gt;dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, "Demi Allah, dunia ini&lt;br /&gt;dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut;&lt;br /&gt;air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR&lt;br /&gt;Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah 'merasakan' ridha&lt;br /&gt;Allah dan kesempatan merasakan 'wajah' Allah, inilah puncak segala&lt;br /&gt;kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia,&lt;br /&gt;yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha&lt;br /&gt;Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI B DIPASTIKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa&lt;br /&gt;panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi&lt;br /&gt;maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah&lt;br /&gt;kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan&lt;br /&gt;dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang&lt;br /&gt;menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega. Neraka&lt;br /&gt;sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak&lt;br /&gt;kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir&lt;br /&gt;segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian&lt;br /&gt;rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai)&lt;br /&gt;hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh&lt;br /&gt;tiga hari perjalanan" (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda,"Neraka dipegang oleh tujuh&lt;br /&gt;puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu&lt;br /&gt;malaikat"(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Allah mempunyai malaikat yang jarak antara&lt;br /&gt;kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan" (Abu&lt;br /&gt;Daud, Ibn Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi&lt;br /&gt;perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam&lt;br /&gt;renang gratis yang berisi nanah dan darah.Beberapa pembantu gratis&lt;br /&gt;juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti&lt;br /&gt;hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak&lt;br /&gt;membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training&lt;br /&gt;yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam&lt;br /&gt;kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah&lt;br /&gt;buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh&lt;br /&gt;tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan&lt;br /&gt;tahun,dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak,&lt;br /&gt;ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena&lt;br /&gt;setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabi&lt;br /&gt;pun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong&lt;br /&gt;umatnya yang rajin bersholawat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT PELAMAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan ijazah.&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.&lt;br /&gt;- Tidak perlu bawa harta.&lt;br /&gt;- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.&lt;br /&gt;- Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU WAWANCARA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap 1,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan&lt;br /&gt;di dalam kubur, maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang&lt;br /&gt;yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat&lt;br /&gt;itu." (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu&lt;br /&gt;diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh&lt;br /&gt;ditiupkan ke tubuh anda semasa dalam kandungan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOKASI DAN LAMA WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama&lt;br /&gt;beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan)&lt;br /&gt;selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang&lt;br /&gt;dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda&lt;br /&gt;bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan&lt;br /&gt;orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin&lt;br /&gt;selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta&lt;br /&gt;pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan&lt;br /&gt;diminta pertanggungjawabann ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEWAWANCARA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa Tuhanmu ?&lt;br /&gt;2. Apa agamamu ?&lt;br /&gt;3. Siapa nabimu?&lt;br /&gt;4. Apa kitabmu?&lt;br /&gt;5. Dimana kiblatmu ?&lt;br /&gt;6. Siapa saudaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa&lt;br /&gt;dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan&lt;br /&gt;menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MELAMAR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak&lt;br /&gt;perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun&lt;br /&gt;Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber&lt;br /&gt;malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana&lt;br /&gt;saja (bisa jadi sebentar lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH LOWONGAN INI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam&lt;br /&gt;ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.Rasulullah&lt;br /&gt;saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat.&lt;br /&gt;Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut) , langit sedemikian&lt;br /&gt;padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun&lt;br /&gt;karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah&lt;br /&gt;SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui&lt;br /&gt;(tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa&lt;br /&gt;sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut).&lt;br /&gt;Dan niscaya kalian tidak akanpernah bisa bersenang-senang dengan&lt;br /&gt;istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke&lt;br /&gt;jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa&lt;br /&gt;kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia&lt;br /&gt;timpakan" (HR Tirmidzi &amp; Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang&lt;br /&gt;bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah&lt;br /&gt;siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula&lt;br /&gt;masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan&lt;br /&gt;bergelimang dalam alam pikirannya . Tidak sadar ia bahwa dirinya&lt;br /&gt;sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU MELAMAR KE POSISI B ? jangan deh..yo..sama pilih A aja ya?amiiin?.&lt;br /&gt;Mudah saja, hiduplah sesuka anda di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-8993264892354307192?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/8993264892354307192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/03/pekerjaan-dicari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8993264892354307192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8993264892354307192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/03/pekerjaan-dicari.html' title='Pekerjaan.. Dicari!!!'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-6311075221985718026</id><published>2009-02-22T21:13:00.000+08:00</published><updated>2009-02-22T21:15:14.520+08:00</updated><title type='text'>Fun 2</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CELIANP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Daftar Makanan dan Minuman Berbahaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Koran Tempo dulu banget, 23 mei 200 Masehi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jakarta, Kemarin malam (18/7) Menteri Kesehatan dan beberapa staff di departemen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kesehatan mengadakan rapat tertutup bersama Komisi VI DPR-RI mengenai daftar makanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;amp; minuman yang berbahaya bila dikonsumsi oleh masyarakat pada kondisi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Acara rapat cukup singkat dan padat dengan menghasilkan sebuah keputusan yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;disinyalir akan meresahkan masyarakat mengingat daftar makanan &amp;amp; minuman tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;berada disekeliling kita sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Presiden Bambang Yudhoyono pagi ini telah meminta secara lisan (disusul dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tulisan) kepada Ibu Menteri untuk tidak mempublikasikan ke beberapa media nasional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hingga data yang diperoleh benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut informasi, hasil lab dari Indonesia juga di-crosscheck di beberapa negara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Kamoboja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Silahkan saja kirim surat penangguhan publikasi, tugas kami adalah menjaga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;masyarakat agar berhati-hati, itu saja, saya bersedia diturunkan jabatan Menteri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;demi kejujuran dan kontribusi positif kami (Dept. Kesehatan - red) kepada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;masyarakat!" kata Ibu Menteri menanggapi surat yang dilayangkan Presiden SBY kepada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berikut daftar makanan yang berbahaya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Nasi goreng&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2. Mie Tek-tek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3. Martabak telor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4. Martabak manis (Bangka)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5. Mie Ayam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6. Mie Bakso&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7. Mie Pangsit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8. Bakwan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;9. Risoles&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;10. Tahu isi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;11. Siomay&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;12. Bubur Ayam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;13. Ketupat Sayur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;14. Ketoprak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;15. Soto sulung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;16. Coto Makassar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;17. Mpek-mpek Palembang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;18. Nasi uduk + ayam goreng&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;19. Berbagai jenis Mie instant&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berikut daftar minuman yang berbahaya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Yoghurt&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2. Es dawet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3. Es cendol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4. Es teler&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5. Air kelapa muda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6. Beberapa jenis Teh botol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wartawan yang berkumpul sejak tadi malam menanyakan mengapa makanan-minuman tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;berbahaya. Jawab Ibu Menteri "Ke-19 jenis makanan dan ke-6 jenis minuman tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sangat berbahaya bila dikonsumsi pada saat-saat tertentu, misalnya: 1. Makan/minum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;pada saat menyebrang jalan tol. 2. Makan/minum pada saat melakukan aktifitas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;olahraga. 3. Makan/minum sambil berdiri di seutas tali dengan ketinggian 100 meter!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4. Makan/minum sambil lirik kanan-kiri mencari jalan untuk kabur (tidak mau bayar!)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5. Makan/minum di kantor pada saat Atasan sedang marah-marah! 6. Makan/minum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;keseluruh daftar makanan-minuman tersebut dalam waktu 1 jam non-stop! 7. Makan/minum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sambil nampar orang disekeliling yg ikut makan bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejenak wartawan saling pandang dan tak lama kemudian pulang ke redaksi masing-masing!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hehehe, seriuz amat! Senyum dikit napa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(sumber : &lt;a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,1003.msg12352.html#new"&gt;http://myquran.org/forum/index.php/topic,1003.msg12352.html#new&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-6311075221985718026?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/6311075221985718026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/fun-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6311075221985718026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6311075221985718026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/fun-2.html' title='Fun 2'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-8654337413157610322</id><published>2009-02-13T22:43:00.002+08:00</published><updated>2009-02-13T22:50:20.727+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><title type='text'>Cara Merawat Notebook / Laptop 2</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Perawatan notebook / laptop memang harus lebih sering dilakukan dibandingkan dengan komputer biasa &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(desktop)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Hal ini dikarenakan notebook / laptop yang bersifat &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;mobile&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (mudah dibawa kemana-mana) sehingga memiliki peluang yang lebih besar terhadap terjadinya berbagai kerusakan dan permasalahan. Berbagai cara untuk merawat notebook / laptop dapat anda simak pada artikel berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Anda bisa melakukan trik-trik berikut untuk merawat notebook / laptop, yakni:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Hindari notebook / laptop dari benturan,      terutama benda keras dan jangan sampai terjatuh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Jauhkan notebook / laptop dari sinar matahari      langsung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Untuk membersihkan layar LCD, anda bisa      menggunakan cairan khusus layar LCD yang banyak tersedia di toko komputer &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Pengecashan sebaiknya dilakukan pada saat      notebook / laptop mati &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Bagian keyboard dapat dibersihkan dengan kuas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Bagian badan notebook / laptop dapat      dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus elektronik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Jika ingin membersihkan bagian mesin&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; (hardware)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; maka anda harus ekstra      hati-hati atau bisa juga diserahkan ke bagian servis notebook untuk      menjamin keamanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Untuk merawat baterai anda bisa lihat artikel &lt;a href="http://www.cerdaskomputer.com/site/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=57&amp;amp;Itemid=50" title="www.CerdasKomputer.com - Cara Merawat Baterai Notebook / Laptop"&gt;Cara      Merawat Baterai Notebook / Laptop&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfa'at&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Oleh :Ghonjez &lt;a href="mailto:hamami46@gmail.com"&gt;hamami46@gmail.com&lt;/a&gt; &lt;span style="display: none;"&gt;Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya &lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;  &lt;!--  document.write( '&lt;/' );  document.write( 'span&gt;' );  //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;(Sumber :www.cerdaskomputer.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-8654337413157610322?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/8654337413157610322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/cara-merawat-notebook-laptop-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8654337413157610322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8654337413157610322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/cara-merawat-notebook-laptop-2.html' title='Cara Merawat Notebook / Laptop 2'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-7979603443986746024</id><published>2009-02-13T22:39:00.000+08:00</published><updated>2009-02-13T22:43:06.792+08:00</updated><title type='text'>Cara Merawat Baterai Notebook / Laptop</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Bagi pemilik notebook / laptop, permasalahan yang paling sering muncul adalah permasalahan seputar baterai, mulai dari keterbatasan dalam pemakaian (yang umumnya hanya bertahan sekitar 2 jam), panas yang ditimbulkan oleh baterai dan sebagainya. Tips berikut akan menjelaskan bagaimana caranya merawat baterai notebook / laptop sehingga kita bisa memperpanjang umur baterai sekaligus menjaga kualitas dari baterai itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Batas waktu pemakaian baterai yang biasanya hanya berdurasi 2 jam memang bisa mengurangi fungsi notebook / laptop sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;mobile device&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Bahkan bukan hal yang mustahil, sebuah baterai hanya mampu bertahan kurang dari durasi diatas yang mengindikasikan ketahanan baterai sudah mulai lemah.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Untuk merawat baterai dapat dilakukan langkah-langkah berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Hindari baterai yang terlalu panas. Ini dapat      dilakukan dengan memasang kipas pendingin notebook / laptop dan jangan      menggunakan notebook diatas tempat yang tidak rata seperti kasur atau      sofa, karena dapat menghambat aliran udara di bagian bawah notebook &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika memakai adaptor dalam waktu yg lama      (sambil di cash misalnya), sebaiknya baterai dicabut terlebih dahulu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mematikan program yang tidak digunakan.      Semakin banyak program yang dijalankan maka semakin banyak energi yang      dikeluarkan oleh baterai. Oleh karena itu program yang tidak digunakan      sebaiknya dimatikan / di &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;uninstal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cabut perangkat USB bila sedang tidak      digunakan, karena dengan demikian akan mengurangi daya konsumsi baterai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aktifkan fungsi pengaturan waktu pada notebook      / laptop anda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jangan diletakkan di tempat yang lembab atau      dekat dengan komponen logam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Keluarkan baterai dari notebook / laptop lalu      keringkan. Lakukan hal ini setiap beberapa bulan sekali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika notebook akan disimpan dalam jangka waktu      yang lama, lepaskan baterai lalu simpan ditempat yang sejuk dan kering &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jika anda baru membeli baterai maka mesti di      charge (di cash) sampai penuh sebelum digunakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfa'at&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Oleh :Ghonjez &lt;a href="mailto:hamami46@gmail.com"&gt;hamami46@gmail.com&lt;/a&gt; &lt;span style="display: none;"&gt;Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya &lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;  &lt;!--  document.write( '&lt;/' );  document.write( 'span&gt;' );  //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(Sumber :www.cerdaskomputer.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-7979603443986746024?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/7979603443986746024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/cara-merawat-baterai-notebook-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/7979603443986746024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/7979603443986746024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/cara-merawat-baterai-notebook-laptop.html' title='Cara Merawat Baterai Notebook / Laptop'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-5446942776205549645</id><published>2009-02-13T09:07:00.001+08:00</published><updated>2009-02-13T09:16:06.453+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tidur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem tubuh'/><title type='text'>SEKILAT INFO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak kejadian sehari-hari di sekitar Anda yang mungkin tidak Anda mengerti atau mungkin sudah disalahpahami. Saya mencoba membantu Anda sedikit memahami apa, kenapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lengah di saat berkendaraan selama 1 detik dalam kecepatan 40 km / jam itu sama dengan Anda telah menempuk jarak 11 meter tanpa kesadaran. Bayangkan bila pada saat Anda berkendara jarak antara kendaraan Anda dengan kendaraan di depan adalah 10 meter, maka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelengahan dalam 1 detik bisa berakibat Anda menabrak kendaraan di depan Anda. Penyebab kelengahan tersebut antara lain mengantuk, melamun, bertelepon genggam, mendengar musik atau makan nasi bungkus sambil berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : 40 km / jam setara dengan 40.000 m / 3600 detik setara dengan 11,11 meter / detik. Jadi setelah satu detik Anda sudah berada pada posisi 11,11 meter dari titik semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Upaya menghilangkan rasa pedas atau panas di dalam mulut setelah Anda makan cabe atau sambal dengan minum air dingin atau es malah akan menambah rasa pedas lebih tajam. Sebaliknya bila Anda minum air hangat akan mengurangi rasa pedas tersebut. Tapi bila minum air dingin bergantian dengan air panas, hal itu akan membingungkan mulut Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : Air dingin hanya memberi efek rasa enak sementara rasa pedas masih ada apabila rasa dingin hilang, efek pedas akan lebih tajam disebabkan perbandingan rasa antara dingin air dengan pedasnya atau panasnya cabe terlalu jauh. Bila Anda minum air hangat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain perbandingan rasa yang tidak terlalu jauh, air hangat juga merangsang ujung-ujung syaraf untuk mengirimkan pesan kesusunan syaraf pusat sampai ke otak dan merangsang otak untuk memerintahkan tubuh mengeluarkan zat yang bersifat analgetik atau penghilang rasa sakit secara alami. Sehingga rasa pedas pun berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menggunakan baterai berpasangan secara bercampur antara baterai ½ pakai dengan baterai baru, akan memperpendek umur baterai baru 2 kali lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : ½ bahan kimia yang kehabisan energinya dari baterai ½ pakai akan menyerap ½ energi listrik kimia dari baterai baru. Sedangkan hasil penyerapan oleh baterai bekas tadi tidak bisa digunakan karena bahan kimia di baterai bekas sudah usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mencuci sepatu olah raga Anda akan mempercepat berkurangnya umur sepatu Anda. Jadi biar lebih awet, sepatu Anda jangan terlalu sering dicuci, atau jangan dipakai sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : Sifat lem, yang biasanya digunakan pada sepatu olah raga, adalah apabila terkena air dan sabun daya lengketnya akan semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membiarkan hidup lampu pijar di rumah Anda dalam jangka waktu lama akan memperpendek umur lampu pijar tersebut sehingga Anda akan boros karena harus lebih sering membeli lampu. Sedangkan terlalu sering memati-hidupkan lampu neon (flurescence atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampu TL) Anda dalam satu malam, akan menyebabkan pemakaian daya listrik lebih banyak, dibandingkan apabila Anda membiarkannya hidup terus menerus satu malam. Apalagi bila lampu neon dijadikan lampu disko, dijamin lebih cepat rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : Sifat lilitan filament (kawat) yang terletak di tengah-tengah lampu pijar apabila dialiri arus listrik adalah terbakar dan kemudian memancarkan cahaya (fluorisensi) . Semakin lama lampu pijar dinyalakan, suhu filament yang dibakar lama kelamaan akan terus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meningkat. Apabila lampu pijar menyala terlalu lama dan panas tadi melewati ambang batas kemampuan filament, maka filament perlahan-lahan akan meleleh dan kemudian putus.&lt;br /&gt;Sedangkanpada lampu neon bahan utamanya adalah gas neon. Gas yang terbakar akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berionisasi dan ion-ion yang dihasilkan itulah yang kita lihat memancarkan cahaya. Sifat gas neon adalah membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembakarannya namun apabila sudah terbakar peningkatan panas lebih lambat (lampu neon mengeluarkan cahaya lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingin dibanding lampu pijar). Jadi apabila Anda terlalu sering memati-hidupkan lampu neon, maka setiap kali dihidupkan akan diperlukan daya listrik lebih banyak untuk membakar gas neon di dalamnya dari pada bila kita membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Makan es jeruk manis (menggunakan gula) bersama-sama dengan makan bakso memang enak (apalagi kalau gratis), tetapi tidak akan membantu menetralisir lemak pada kuah dan bakso Anda dengan baik, malahan akan mempercepat proses terjadinya peningkatan timbunan lemak di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya : Sifat es yang dingin akan membekukan lemak yang kita makan sehingga ikatannya akan menjadi lebih kuat (sulit untuk diuraikan). Sedangkan gula akan menambah timbunan lemak, karena sakrosa pada gula di dalam darah akan diurai menjadi glukosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glukosa yang tidak habis terpakai sebagai energi, hanya akan ditimbun di bawah lapisan daging dan kulit sebagai lemak. Jadi sebaiknya minum air jeruk dalam keadaan hangat dan tidak pakai gula (ih, kecut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidur ½ jam dengan lelap pada siang hari dapat memberikan kesegaran kembali setelah bangunnya dengan nilai yang setara dengan tidur 1 jam dengan lelap pada malam harinya. Tetapi apabila lebih dari ½ jam (1 jam atau lebih), Anda malah akan merasa kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan : Secara alami berdasarkan jam tubuh kita (kebiasaan kita), metabolisme tubuh (proses kerja sistem tubuh, termasuk menghasilkan energi) pada siang hari berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan malam hari. Hal ini disebabkan aktivitas pada siang hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membutuhkan energi lebih banyak di banding malamnya.&lt;br /&gt;Di dalam tidur terjadi penurunan percepatan metabolisme tubuh dikarenakan tubuh dalam keadaan beristirahat. Dalam ½ jam pertama kita tidur pada siang hari percepatan penurunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;metabolisme tubuh belum seberapa, sehingga efek segar terasa di saat kita bangun, bahkan setara dengan 1 jam apabila Anda tidur malam hari. Karena pada malam hari kecepatan metabolisme tubuh memang dalam keadaan lambat,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada ½ jam pertama kita tidur pada siang hari, kecepatan metabolisme tubuh masih cepat dan menghasilkan energi lebih banyak dibanding malam harinya, sehingga kita merasa lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila kita tidur sampai 1 jam atau lebih pada siang hari, tubuh akan mengalami percepatan penurunan metabolisme yang lebih tajam karena tubuh beranggapan bahwa kita sudah tidak akan beraktivitas lagi. Pada saat kita bangun kita menjadi merasa sangat lelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan jumlah energi yang dihasilkan metabolisme tubuh lebih sedikit karena mengalami penurunan percepatan, sedangkan kebutuhannya lebih banyak.&lt;br /&gt;Sedangkan bila kita tidur cukup pada malam harinya, pada saat bangun pada pagi hari kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan merasakan tubuh lebih segar disebabkan metabolisme tubuh secara otomatis berdasar jam tubuh (kebiasaan kita) akan meningkat percepatannya pada saat matahari mulai terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : www.myquran.com- Obras link, Obrolan Santai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-5446942776205549645?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/5446942776205549645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/sekilat-info.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5446942776205549645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5446942776205549645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/sekilat-info.html' title='SEKILAT INFO'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-3431760081544658912</id><published>2009-02-08T12:12:00.000+08:00</published><updated>2009-02-08T12:14:59.391+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='virus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NAV update'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='update symantec'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antivirus terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antivirus removal'/><title type='text'>Antivirus Removal Tool</title><content type='html'>(February 3, 2009 by maseko )&lt;br /&gt;Dulu saya pernah mengalami masalah ketika akan berniat mengupgrade Norton Antivirus ke versi lebih baru, &lt;br /&gt;proses uninstall versi lama yang seharusnya menjadi bagian proses install versi baru tidak berjalan sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt; Proses uninstall melalui Add/Remove programs juga tidak berhasil. Beberapa kali saya mendapat keluhan bahwa untuk antivirus lain terkadang juga bermasalah ketika akan dilakukan uninstallation. Akibat dari masalah ini bisa jadi antivirus yang seharusnya diuninstall tidak berjalan, tetapi menginstall antivirus baru pun tidak bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah tidak bisa uninstall suatu program antivirus bisa jadi karena sebab yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, &lt;br /&gt;bisa jadi dilakukan secara manual dengan jalan menghapus semua file program antivirus dan menghapus setting registry. &lt;br /&gt;Selain dengan cara ini, dapat pula dicoba dengan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan program antivirus removal tool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa program antivirus remover yang disediakan langsung oleh pengembang antivirus sendiri &lt;br /&gt;yang dapat digunakan ketika proses uninstall tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. AVG&lt;br /&gt;AVG Remover dapat digunakan untuk menghapus file-file instalasi AVG antivirus &lt;br /&gt;beserta registry record dan juga setting AVG yang ada ketika proses uninstall &lt;br /&gt;atau repair AVG melalui prosedur Add/Remove Programs tidak dapat dijalankan &lt;br /&gt;sebagaimana seharusnya. Dalam langkah penggunaan &lt;br /&gt;AVG Remover ini, akan diminta untuk melakukan restart komputer.&lt;br /&gt;http://www.avg.com/filedir/util/avg_arm_sup_____.dir/avgremover.exe&lt;br /&gt;http://www.avg.com/filedir/util/avg_arv_sup_____.dir/avgremoverx64.exe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Norton Removal Tool&lt;br /&gt;Norton Removal Tool digunakan untuk meng-uninstall produk &lt;br /&gt;Norton 2009/2008/2007/ 2006/2005/2004/2003 products, Norton 360 dan &lt;br /&gt;Norton SystemWorks 12.0. Download program ini disesuaikan dengan versi WIndows &lt;br /&gt;yang menggunakan produk tersebut, dan selanjutnya tinggal mengikuti langkah dan &lt;br /&gt;petunjuk saat dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download:&lt;br /&gt;Norton Removal Tool for Windows Vista/XP/2000 (2,3 MB) &lt;br /&gt;ftp://ftp.symantec.com/public/english_us_canada/removal_tools/Norton_Removal_Tool.exe&lt;br /&gt;Norton Removal Tool for Windows Me/98 (617 KB)&lt;br /&gt;ftp://ftp.symantec.com/public/english_us_canada/removal_tools/Norton_Removal_Tool_9x.exe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.McAfee Consumer Product Removal Tool (MCPR)&lt;br /&gt;McAfee Consumer Product Removal Tool (MCPR) digunakan untuk membuang instalasi &lt;br /&gt;produk-produk McAfee 2005, 2006, 2007, dan 2008. Untuk menggunakannya tinggal jalankan &lt;br /&gt;file MCPR.exe sampai pesan CleanUp Successful dan restrat komputer.&lt;br /&gt;Download: MCPR.exe (594 KB)&lt;br /&gt;http://download.mcafee.com/products/licensed/cust_support_patches/MCPR.exe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BitDefender Uninstall Tool&lt;br /&gt;BitDefender Uninstall Tool dapat digunakan untuk menguninstall BitDefender Antivirus, &lt;br /&gt;BitDefender Antivirus 2008, BitDefender Antivirus 2009, BitDefender Antivirus Plus, &lt;br /&gt;BitDefender Free Edition, BitDefender Internet Security, BitDefender Internet Security 2008, BitDefender Internet Security 2009, BitDefender Total Security 2008, dan BitDefender Total Security 2009 yang berjalan pada Windows 2000, Windows NT, Windows VISTA, Windows Vista 64-bit, Windows XP, dan Windows XP 64-bit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download: BitDefender Uninstall Tool for Win 32-bit (1,3 MB) | &lt;br /&gt;http://www.bitdefender.com/files/KnowledgeBase/file/BitDefender_Uninstall_Tool.exe&lt;br /&gt;for Win 64-bit (1,4 MB)&lt;br /&gt;http://www.bitdefender.com/files/KnowledgeBase/file/BitDefender_Uninstall_Tool_x64.exe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu yang dapat saya tuliskan, jika Anda mempunyai refenrensi Antivirus remover &lt;br /&gt;lain mungkin dapat disampaikan melalui komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KAspersky Anti-virus remover&lt;br /&gt;KAspersky Anti-virus Remover (KAVremover) digunakan untuk membuang instalasi Kaspersky &lt;br /&gt;Anti-Virus 6.0\7.0\2009, Kaspersky Internet Security 6.0\7.0\2009, Kaspersky Anti-Virus 6.0&lt;br /&gt;for Windows Workstations, dan Kaspersky Anti-Virus 6.0 for Windows Servers. &lt;br /&gt;Untuk Windows 64-bit tool ini terbatas untuk membuang instalasi Kaspersky Anti-Virus 2009 &lt;br /&gt;dan Kaspersky Internet Security 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download:  KAVremover9.zip (474 KB)&lt;br /&gt;http://support.kaspersky.com/downloads/products2009/kavremover9.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Setelah didownload, extract, dan dijalankan, KAVremover didesain untuk mendeteksi versi Kaspersky Antivirus &lt;br /&gt;yang ada, namun jika tidak dapat mendeteksi atau langsung menjalankan tanpa pendeteksian KAVremover dapat dijalankan melalui&lt;br /&gt; command prompt dengan menggunakan sintaks kavremover9.exe &lt;br /&gt;[kav6 | kav7 | kav2009 | kav2009x64| kis6 | kis7 | kis2009 | kis2009x64 | kav6fs | kav6wks]. &lt;br /&gt;Contohnya jika Kaspersky Internet Security 2009 adalah yang terinstall di PC maka perintahnya adalah kavremover9.exe kis2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:www.maseko.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-3431760081544658912?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/3431760081544658912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/antivirus-removal-tool.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/3431760081544658912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/3431760081544658912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/antivirus-removal-tool.html' title='Antivirus Removal Tool'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-2717260588855532823</id><published>2009-02-08T12:05:00.001+08:00</published><updated>2009-02-08T12:12:43.821+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepribadian mahasiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leadership'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='allah'/><title type='text'>Leadership Training from Allah</title><content type='html'>Katanya susah sekali membentuk mental pemimpin yang ideal pada zaman sekarang. Apalagi pemimpin bangsa. Apalagi pemimpin yang akan mengubah bangunan realitas kegelapan (dhulumat: kebodohan, keterbelakangan, kesesatan, kemiskinan, deviasi sosial, kerusakan umat, kekeruhan pemikiran) menuju cahaya yang benderang (nuur). Agak wajar mungkin, karena pemuda sekarang cenderung egois dan cuek dengan lingkungan masyarakatnya. Kita dengan mudah bisa menjumpai mahasiswa dari kampung sudah tidak kenal lagi nama tetangga sebelah rumahnya. Apalagi mahasiswa yang dari kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah Ilmu Sosial bukan untuk memperbaiki tingkat ketajaman sosial. Apalagi yang berkutik dengan teknik. Jurusan Kedokteran bukan untuk mengasah hati dan jiwanya agar lebih terampil memahami masyarakat sekarat yang tak mampu berobat, tapi kuliah hanya mengasah keterampilannya memanfaatkan ilmunya untuk mengumpulkan tumpukan kertas sakti yang serba fana’: ujung2nya duit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia hanya menjadi sebuah ajang permainan materi untuk menjadi lebih makmur sendiri. Ya, senang sendirian. Organisasi kader bukan lagi untuk membentuk kader pemimpin bangsa, tapi lebih dimanfaatkan untuk memperoleh tenaga manager, mencari bibit-bibit kuli profesional, membentuk mental karyawan. Untuk melahirkan calon buruh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita sedang mengalami komplikasi krisis yang telah menyumbangkan keruntuhan budaya, politik, ekonomi, apalagi moral. Salah satunya krisis kepemimpinan.  Padahal saya melihat di kampus, kader islam semakin membludak seiring dengan gerakan revivalis islam. Saya sangat bersemangat dan antusias sekali menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain glamor, kita menyaksikan kontrasnya kehidupan kampus, yakni masjid yang semakin penuh dengan jama’ah sholat. Syukurlah. Tapi yg disayangkan, mengapa ketajaman jiwa untuk mengupas makna sholat tidak lantas dieksplorasi. Padahal alangkah elok dan mulianya jika kita menjadikan sholat sebagai ajang kaderisasi kepemimpinan yang pengkadernya langsung dari Yang Maha Berkuasa, Rajanya raja, Penciptanya presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya ketika sujud dimaknai sebagai defence, pertahanan diri dari berbagai ancaman terutama yang terkandung dalam diri kita, dari sifat sombong, dari keangkuhan dalam memimpin, dari ketidakadilan dalam memimpin, dalam meremehkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sejuknya ketika kita menyadari bahwa sholat kita merupakan langkah awal dalam menerjemahkan makna surat Al Maa’uun, yang melarang untuk lalai dalam sholat. Tidak main ancamannya, kita disebut kita telah mendustakan agama. Begitupun ketika kita  tidak menyantuni anak yatim, tidak menganjurkan memelihara fakir miskin. Artinya semua ritual kita dusta, sholat kita dusta, puasa kita dusta, tahajud kita dusta, karena agama kita dusta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memaknai ruku’ kita sebagai simbol dan teladan untuk menghormati orang lain. Ketika berdiri lihatlah tempat sujudmu. Ketika sedang berkuasa, lihatlah di bawahmu, lihatlah rakyatmu, perhatikan orang-orang yang tertindas, maupun yang telah dengan sengaja ditindas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang disyariatkan oleh Allah adalah metode training terbaik bagi muslim. Jika semangat untuk mengupas itu sudah tertanam dengan subur di hati setiap muslim, insya Allah kebangkitan umat islam yang dimulai dengan kebangkitan individu-individu muslim akan segera lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://rifay.wordpress.com/2008/12/01/leadership-training-from-allah/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-2717260588855532823?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/2717260588855532823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/leadership-training-from-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2717260588855532823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2717260588855532823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/leadership-training-from-allah.html' title='Leadership Training from Allah'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-2585644740620842172</id><published>2009-02-08T12:05:00.000+08:00</published><updated>2009-02-08T12:07:29.856+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='imut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doraemon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='twenty'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>AYO PENGEN JADI APA?</title><content type='html'>Ingin jadi Apa???, kalo Doraemon, kalo sailormon( ayo..Anda pikirkan sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.DORAEMON : bisa ngeluarin apa aja dari kantongnya klo lagi ada urusan mendadak!!!biar g telat sekolah pake pintu kemana saja ato enggak baling2 bambu.. ..yang berguna lah.. Baca Koran&lt;br /&gt;2.CARDCAPTOR SAKURA : dy bisa nyelametin bumi lewat tongkat sayapnya dan nyelametin siluman2 yang keluar dari buku CARDCAPTORnya..&lt;br /&gt;3.SAILORMOON : emang agak serem sih tugasnya.. harus berhadapan ama makhluk gaib sgala macem.. ..tapi tetep berjasa ma dunia..&lt;br /&gt;4.LOLA BUNNY : lola bunny tuh pinter banget main basket waktu main di space jam..plus gila cantik bangettttt!!!&lt;br /&gt;5.BUGS BUNNY : demen bgt ngeledek temen2nya lewat kecerdikannya.. Biar gak kena piruss..&lt;br /&gt;6.TWEETY : muka nan imut dan lucu bikin sylvester kelaperan.. ..tapi teetp aja tweety cerdik..ngegemesin!!!..&lt;br /&gt;7.SONIC : cepet larinyaaaaa!!!! biar g telat ke sekolaaaahhhh/ ngampus!!! mondar mandir sedih&lt;br /&gt;8.CONAN : cepet mecahin masalh klo ada barang ato pembunuhan.. kali aja USB hanna ilang bisa dicari pake insting conannya&lt;br /&gt;9.BARBIE : emang terlalu kekanak2an..tapi enak loh jd barbie..bajunya banyak!!&lt;br /&gt;10.GARFIELD : kucing yang bandel n pinter.. ..cocok buat miara dirumah..  Waduh waduh&lt;br /&gt;(sumber : http://myquran.org/forum/index.php/topic,32576.0.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengin jadi sailormoon, tapi kq ikhwan (red: cowo').&lt;br /&gt;Kalo Doraemon, ntar jadi boncel.&lt;br /&gt;Kalo Superman, aq takut ketinggian.&lt;br /&gt;Kalo X-men, ntar jadi buronan inteligen(dikira bahaya).&lt;br /&gt;Kalo Hulk, aq kan ganteng...(narziss bGT), masak jadi jelek gitu.&lt;br /&gt;Kalo Barbie, ntar dikira berkepribadian ganda (ngak deh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mending jadi diri sendiri aja dech.&lt;br /&gt;(sumber http://myquran.org/forum/index.php/topic,48996.0.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-2585644740620842172?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/2585644740620842172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/ayo-pengen-jadi-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2585644740620842172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2585644740620842172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/ayo-pengen-jadi-apa.html' title='AYO PENGEN JADI APA?'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-6841540806017370685</id><published>2009-02-08T11:59:00.000+08:00</published><updated>2009-02-08T12:02:33.258+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita lucu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kentut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucu'/><title type='text'>TOP SECRET 2 - 22 tentang "Buang angin"</title><content type='html'>Nih, Pentingnya kita Kentuttttt.. .....menurut Wikipedia, diceritakan&lt;br /&gt;kembali untuk teman-teman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kentut sering dijauhi&lt;br /&gt;kentut sering dihina&lt;br /&gt;kentut sering dianggap anak haram karena kadang nggak diketahui siapa&lt;br /&gt;yang melahirkannya ke dunia ini&lt;br /&gt;mari kita liat masa lalu kentut...&lt;br /&gt;kasian mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari mana asal kentut ?&lt;br /&gt;Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita&lt;br /&gt;telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia &amp; gas&lt;br /&gt;dari bakteri dalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa komposisi kentut ?&lt;br /&gt;Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen&lt;br /&gt;dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai&lt;br /&gt;di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut &amp; cairan&lt;br /&gt;usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana &amp;&lt;br /&gt;hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan,&lt;br /&gt;berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama&lt;br /&gt;kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi&lt;br /&gt;nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding&lt;br /&gt;usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut&lt;br /&gt;lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.&lt;br /&gt;(Makanya jangan suka nahan kentut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenapa kentut berbau busuk ? &lt;== Pake nanya lagi&lt;br /&gt;Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida &amp; merkaptan. Kedua&lt;br /&gt;senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan&lt;br /&gt;sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida &amp; merkaptan diproduksi&lt;br /&gt;oleh bakteri dalam perut, &amp; makin busuklah kentut anda.&lt;br /&gt;Telur &amp; daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut.&lt;br /&gt;Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam&lt;br /&gt;kebusukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi ? &lt;== Bikin gw ngakak, tapi baca&lt;br /&gt;deh penjelasan ilmiahnya di bawah....&lt;br /&gt;Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya&lt;br /&gt;bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan diameter lubang anus anda,&lt;br /&gt;hi..hi....) &lt;=== Gw bilang jg apa , jd kalo dah pada longgar tuh&lt;br /&gt;lubang anus..loe bayangin ndiri deh bunyinya ky apa? asli gw ngakak&lt;br /&gt;sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat &amp; tidak bersuara ? duh...gak&lt;br /&gt;kuat gw nih!!&lt;br /&gt;Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri &amp; proses&lt;br /&gt;pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk.&lt;br /&gt;Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat &amp; jenuh dengan produk&lt;br /&gt;metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut,&lt;br /&gt;walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly = Sunyi Tapi&lt;br /&gt;Mematikan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?&lt;br /&gt;Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?&lt;br /&gt;Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan&lt;br /&gt;perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong&lt;br /&gt;isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak&lt;br /&gt;peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa&lt;br /&gt;isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke awasan yg bertekanan&lt;br /&gt;lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus,&lt;br /&gt;gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak&lt;br /&gt;ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi&lt;br /&gt;tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit &amp; berbeit-belit.&lt;br /&gt;(Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung). &lt;== Ada2 aja nih&lt;br /&gt;yang nulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan&lt;br /&gt;kehidung orang lain? &lt;==== GokiiiilLLLL.&lt;br /&gt;....hahhahahahah ahaha&lt;br /&gt;Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu,kecepatan &amp; arah&lt;br /&gt;angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan&lt;br /&gt;'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar&lt;br /&gt;konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa&lt;br /&gt;detik, berarti mengalami pengenceran di udara &amp; hilang ditelan udara&lt;br /&gt;selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti&lt;br /&gt;lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal&lt;br /&gt;dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apakah setiap orang kentut ?&lt;br /&gt;Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang&lt;br /&gt;masih bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ?&lt;br /&gt;Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan&lt;br /&gt;menahan kentutnya, &amp; saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan.&lt;br /&gt;(Makanya kentut perempuan lebih bau, ha..ha....) &lt;==== Ampuuuuuuunn!&lt;br /&gt;!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Saat apa biasanya orang kentut ?&lt;br /&gt;Pagi hari di toilet. yang disebut "morning thunder". Kalau&lt;br /&gt;resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?&lt;br /&gt;Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh.&lt;br /&gt;Gula tsb (raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri&lt;br /&gt;di usus langsung berpesta pora &amp; membuat banyak gas. Jagung, paprika,&lt;br /&gt;kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?&lt;br /&gt;Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum&lt;br /&gt;soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah,&lt;br /&gt;sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi &amp; muncul sebagai&lt;br /&gt;kentut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?&lt;br /&gt;Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan&lt;br /&gt;kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas&lt;br /&gt;yang Diproduksi oleh bakteri lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?&lt;br /&gt;Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor..Tapi bermigrasi ke&lt;br /&gt;bagian atas menuju usus &amp; pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan&lt;br /&gt;lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mungkinkah kentut terbakar ?&lt;br /&gt;Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas&lt;br /&gt;alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna&lt;br /&gt;biru karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa&lt;br /&gt;korek api tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain&lt;br /&gt;kompor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ? &lt;=== Ngaco!!&lt;br /&gt;Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup&lt;br /&gt;panas untuk memulai pembakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mengapa kentut anjing &amp; kucing lebih busuk ?&lt;br /&gt;Karena anjing &amp; kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya&lt;br /&gt;akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut&lt;br /&gt;binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda,&lt;br /&gt;gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras&lt;br /&gt;bunyinya, tapi relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara&lt;br /&gt;gajah di rumah daripada anjing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?&lt;br /&gt;Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing&lt;br /&gt;kalau mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium&lt;br /&gt;bau kentut, sebaiknya dikurangin) &lt;=== Trus kalo lagi pengen teler tp&lt;br /&gt;lagi bokek, nah...loe nikmatin deh kentut loe ndiri!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Apakah warna kentut ? &lt;=== Penting gak sih nih? Hehehe...&lt;br /&gt;Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida,&lt;br /&gt;akan ketahuan siapa yang kentut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?&lt;br /&gt;Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) &amp; hidrogen sulfida (H2S).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?&lt;br /&gt;Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan&lt;br /&gt;udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bener-bener mengharukan,&lt;br /&gt;Kadang ketika Anda menangis, tak seorang pun yang menyadari linangan&lt;br /&gt;air mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ketika Anda amat sedih, tak seorang pun yang melihat&lt;br /&gt;kepedihan hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda bahagia, tak seorang pun yang memperhatikan senyum&lt;br /&gt;mengembang di bibir Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika Anda kentut ... semua orang menoleh ke diri Anda.&lt;br /&gt;Mengharukan nggak, sih ??T.T hehe..&lt;br /&gt;(NB: Mohon Maaf bila dalam kalimat dan penyampaian ada "kata-kata yg kurang berkena" di hati dan dilidah)&lt;br /&gt;(sumber http://myquran.org/forum/index.php/topic,48996.0.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-6841540806017370685?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/6841540806017370685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/top-secret-2-22-tentang-buang-angin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6841540806017370685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6841540806017370685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/top-secret-2-22-tentang-buang-angin.html' title='TOP SECRET 2 - 22 tentang &quot;Buang angin&quot;'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-1376337180330805116</id><published>2009-02-08T11:56:00.000+08:00</published><updated>2009-02-08T11:59:30.337+08:00</updated><title type='text'>RAHASIA - Melihat Watak Seseorang Dari Cara Tidurnya</title><content type='html'>1) Memeluk Bantal&lt;br /&gt;Mereka yg suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni.&lt;br /&gt;Mereka mempunyai penghargaan yg tinggi terhadap lukisan,muzik dan satera.Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Kadangkala ada yg boleh membaca peristiwa yg akan berlaku melalui mimpi.&lt;br /&gt;Mereka juga sangat prihatin terhadap kesusilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menggunakan Banyak Bantal&lt;br /&gt;Mereka biasanya kurang keyakinan.Dalam kehidupan seharian mereka memerlukan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya mendapatkan pandangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tidur Dengan Satu Bantal&lt;br /&gt;Mereka bukan jenis mengada-ngada dan boleh menerima keadaan seadanya. Mereka juga membuat keputusan berdasarkan fikiran dan bukan nafsu semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Meletakkan Bantal Di Bawah Kaki&lt;br /&gt;Mrk mempunyai sifat kurang baik. Mereka jarang bergaul dgn org ramai, malah kaku dalam pergaulan.&lt;br /&gt;Ini menyebabkan mereka cenderung bersifat egois.&lt;br /&gt;Mereka juga gemar menempuh jalan pintas utk mencapai cita2. Mereka tdk suka berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tidur tanpa Bantal&lt;br /&gt;Mereka memiliki sifat percaya diri yg sangat tinggi.&lt;br /&gt;Kadangkala sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tidak punya bantal&lt;br /&gt;Kasian deh lo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Nemu bantal&lt;br /&gt;Beruntung deh lo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Tidur gigit bantal.&lt;br /&gt;Kelaparan deh lo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Tidur sambil lempar bantal.&lt;br /&gt;Kesurupan setan..karena sering nonton acara TV, "Dunia Laen", Uka-uka dan sejenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Tidur di bawah bantal.&lt;br /&gt;Mati konyol....aja&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber :http://myquran.org/forum/index.php/topic,48024.0.html)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-1376337180330805116?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://myquran.org/forum/index.php/topic,48024.0.html' title='RAHASIA - Melihat Watak Seseorang Dari Cara Tidurnya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/1376337180330805116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/rahasia-melihat-watak-seseorang-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/1376337180330805116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/1376337180330805116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/02/rahasia-melihat-watak-seseorang-dari.html' title='RAHASIA - Melihat Watak Seseorang Dari Cara Tidurnya'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-4069024263514106523</id><published>2009-01-22T11:54:00.001+08:00</published><updated>2009-01-22T11:57:45.397+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tegangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompensasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capasitor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapaitor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='power faktor'/><title type='text'>CAPASITOR BANK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ERBAIKAN PROFIL TEGANGAN DAN FAKTOR DAYA&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Energi listrik merupakan bentuk energi yang paling cocok dan nyaman bagi manusia modern. Tanpa listrik kehidupan masyarakat sekarang tidak akan menyenangkan, makin bertambahnya konsumsi listrik perkapita diseluruh dunia menunjukkan kenaikan standard kehidupan manusia. Dengan demikian berkembangnya sistim tenaga listrik, peranan operasi sistim tenaga listrik menjadi semakin menetiukan. Pada dasarnya tujuan operasi sistim tenaga listrik adalah melayani kebutuhan beban dengan kwantitas dan kwalitas tenaga listrik yang baik, biaya operasional yang rendah dan pelestarian lingkungan hidup yang yang baik ( minimisasi pencemaran lingkungan ).&lt;br /&gt;Peningkatan kebutuhan energi listrik tersebut disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ,khususnya dengan munculnya kegiatan-kegiatan industri . Pada industri-industri berat, pemakaian daya listriknya juga besar. Penggunaan energi listrik dalam jumlah yang besar membutuhkan pengaturan serta penanganan yang khusus untuk meningkatan keandalan, mengatasi rugi-rugi serta pemeliharaan dan optimasi daya. &lt;br /&gt;Pada umumnya pabrik-pabrik industri menggunakan beban–beban yang bersifat induktif sehingga akan menimbulkan masalah yaitu terjadinya pasokan arus tertinggal dan akan membuat nilai factor daya rendah. Jika beban dioperasikan pada sumber tegangan dengan nilai factor daya yang rendah maka beban akan menarik arus pasokan yang lebih besar sehingga rugi-rugi daya pada sistim instalasi daya listrik akan menjadi besar dan juga menyebabkan drop tegangan menjadi lebih besar. Hal ini akan membuat sistim tegangan pada beban akan turun yang dapat menganggu kondisi pemakaian beban&lt;br /&gt;Oleh sebab itu perbaikan nilai tegangan yang turun akibat besarnya drop tegangan yang terjadi sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan sistim daya listrik. Salah satu cara untuk perbaikan tegangan adalah dengan pemasangan kapasitor sebagai&lt;br /&gt;sumber daya reaktif terhadap kebutuhan beban induktif tersebut, sehingga didapat nilai factor daya yang optimal untuk menjaga nilai tegangan pada batas yang diizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PERUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Untuk dapat memperoleh nilai tegangan pada batas yang masih diizinkan ( sesuai dengan standard yang sudah ditetapkan , yaitu tegangan tidak boleh melebihi 5% dari tegangan nominal dan tidak boleh turun dari 10% dari tegangan nominalnya ). Selain ditentukan oleh besar nilai kapasitansi kapasitor yang akan dipasang juga dipengaruhi oleh letak atau posisi penempatan kapasitor tersebut pada sistim jaringan (saluran) daya listrik.&lt;br /&gt;Lokasi yang baik untuk kapasitor dapat dicari dengan penekanan rugi-rugi daya yang terjadi pada saluran jaringan listrik.. Oleh sebab itu pada penulisan ini penempatan kapasitor didasarkan dengan pertimbangan bahwa pada posisi tersebut rugi-rugi daya saluran dapat ditekan dengan maximal atau rugi-rugi daya saluran menjadi minimum jika kapasitor ditempatkan pada posisi tersebut. Dengan membuat jumlah rugi-rugi daya yang minimum akan menghasilkan penurunan drop tegangan yang maksimum, sehingga profil tegangan yang turun akibat rugi-rugi daya dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III PENGGUNAAN KAPASITOR DALAM SISTIM DISTRIBUSI&lt;br /&gt;A. Pengaruh Kapasitor Seri dan Paralel&lt;br /&gt;Pada umumnya tegangan pelayan yang terlalu tinggi dan berlansung lama dibanding dengan nominalnya akan mengakibatkan berkurangnya umur ekonomis bola lampu, peralatan elektronis dan kerusakannya lebih awal dari pada peralatan listrik. Sebaliknya tegangan yang terlalu rendah dibandingkan dengan tegangan nominalnya akan mengakibatkan tingkat luminasi yang rendah , gambar TV yang tidak stabil , pemanasan yang berlebihan pada peralatan elektronik, motor tidak dapat distart serta beberapa peralatan bekerja pada toleransi tegangan yang tidak sesuai.&lt;br /&gt;Khususnya pemakaian kapasitor seri dan paralel pada sistim didtribusi menimbulkan daya reaktif atau menaikkan cos θ dan tegangan sehingga menambah kapaitas sistim dan mengurangi kerugian. Daya reaktif kapasitor seri sebanding dengan kwadrat arus beban, sedangkan daya reaktif kapasitor paralel sebanding dengan kwadrat tegangan. Ada beberapa aspek tertentu yang tidak menguntungkan pada pemasangan seri. Secara umum dikatakan pemasangan kapasitor seri memerlukan biaya pemasangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemasangan kapasitor paralel. Dan peralatan proteksi untuk kapasitor seri seringlebih komplek, dan kapasitor seri dirancang untuk daya yang lebih besar dari kapasitor paralel untuk mengatasi perkembangan beban nantinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan antara kapasitor seri dan paralel dapat dilihat pada table dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. Tujuan Kapasitor Seri Kapasitorparalel&lt;br /&gt;1. Memperbaiki factor daya Pilihan kedua Pilihan pertama&lt;br /&gt;2. Memperbaiki tingkat tegangan pada sistim saluran udara dengan fd normal dan rendah Pilihan pertama Pilihan kedua&lt;br /&gt;3. Memperbaiki tingkat tegangan pada sistin saluran udara dengan f.d yang tinggi. Tidak dipakai Pilihan pertama&lt;br /&gt;4. Memperbaiki tegangan pada sistim saluran bawah tanah dengan f.d normal dan rendah Pilihan pertama Tidak dipakai&lt;br /&gt;5. Memperbaiki tegangan pada sistim saluran bawah tanah dengan f.d tinggi Tidak dipakai Tidak dipakai&lt;br /&gt;6. Mengurangi kerugian saluran Pilihan kedua Pilihan pertama&lt;br /&gt;7. Mengurangi fluktuasi tegangan Pilihan pertama Tidak dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kapasitor Seri&lt;br /&gt;Kapasitor seri adalah kapasitor yang dihubungkan seri dengan saluran. Penggunaan kapasitor seri sangat terbatas dan umumnya penerapannya sangat sulit untuk memasang kapasitor seri dengan ukuran yang kecil. Seperti kapasitor seri menghasilkan reaktans induktif , dengan kata lain kapasitor seri adalah reaktansi negatif ( kapasitif ) yang seri dengan rangkaian rektansi positif ( induktif ) yang menghasilkan efek pada seluruh bagiannya. Oleh karena itu efek utama dari kapasitor seri adalah mengurangi atau membatasi drop tegangan yang disebabkan oleh reaktansi induktif pada rangkaian .&lt;br /&gt;Kadang-kadang kapasitor seri dapat dianggap sebagai pengatur tegangan yang memberikan penambahan tegangan yang besar dan factor daya tepat pada seluruh arusnya. Oleh karena itu kapasitor seri memberikan kenaikan tegangan yang naik secara otomatis dan teratur sesuai dengan kenaikan beban. Kapasitor seri juga memberikan kenaikan tegangan pada jaringan yang lebih besar dari kapasitor paralel dengan cos lebih rendah, yang menyebabkan lebih turunnya tegangan.&lt;br /&gt;Drop tegangan sepanjang feeder dapat dicari dengan persamaan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VD = I R cos α + I XL sin α ………………………………(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan :&lt;br /&gt;R = Resistans dari rangkaian feeder&lt;br /&gt;XL = Reaktans induktif dari rangkaian feeder&lt;br /&gt;Cos α = Faktor daya pada sisi penerima&lt;br /&gt;Sin α = Sinus sudut dari factor daya sisi penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kapasitor seri dipasang maka hasil drop tegangan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VD = I R cos α + I (XL – XC) Sin α ………………………(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan : XC = Reaktans kapasitif pada kapasitor seri&lt;br /&gt;Biasanya ukuran kapasitor seri dipilih untuk feeder distribusi dipasang pada jalur yang menghasilkan reaktansi kapasitif yang lebih kecil dari reaktansi induktifnya sehingga drop tegangan dapat dicari sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VD = I R cosα - I( XC – XL ) sinα ………………………….(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini disebut dengan over kompensasi. Kadang-kadang level yang dipilih dari over kompensasi yang didasarkan pada beban normal maka hasil tegangan dari over kompensasi pada sisi penerima mungkin sangat tidak baik , sebab arus tertinggal pada saat motor distart dapat menyebabkan naiknya tegangan yang besar, seperti yang terlihat pada Gb.3.2b yang sangat berbahaya untuk mengoperasikan motor-motor besar karena saat starting motor-motor besar dapat mengakibatkan kerusakan dan menyebabkan adanya percikan bunga api . Hal tersebut akan menjadikan kerugian dari pemakaian kapasitor.&lt;br /&gt;Karena beberapa alasan , misalnya ferroresonansi trafo, resonansi sinkron saat motor-motor dijalankan atau saat penggabungan motor-motor pada operasi normal dan juga adanya kesulitan proteksi kapasitas seri dari arus gangguan pada sistim, maka kapasitor seri tidak banyak memiliki. Kegunaan dalam sistim distribusi, tepapi kapasitor seri dapat digunakan pada saluran Sub-transmisi, yang digunakan untuk menahan beberapa saluran reaktansi dengan kemampuan suhu tinggi. Kapasitor seri juga dapat digunakan pada sistim Subtransmi untuk mengurangi regulasi tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kapasitor Shunt ( paralel )&lt;br /&gt;Kapasitor Shut adalah kapasitor yang dihubungkan secara paralel dengan saluran yang dapat digunakan secara luas dalam sistim distribusi. Pemasangan kapasitor sangat penting untuk penyediaan daya reaktif dari sebuah sistim daya . Saluran transmisi akan paling ekonomis bila dipakai untuk mengirimkan daya aktif saja, yang kebutuhan daya reaktif bebannya didapat dalam sistim distribusi konsumen atau kebanyakan pada tingkat Sub-transmisi (GI). Hal ini akan memungkinkan penggunaan optimum saluran transmisi , memperbaiki penampilan operational nya dan mengurangi kerugian energi. Karena itu dibutuhkan penelitian sistim dan perencanaan yang perhatikan untuk memenuhi kebutuhan daya reaktif sistim dengan cara yang sama dengan perecanaan daya aktif dan perencanaan kapasitas generator tambahan.&lt;br /&gt;Kapasitor shunt memperbaiki tipe daya reaktif atau arus untuk melawan komponen dari arus yang dihasilkan oleh beban induktif . Disatu sisi kapasitor shunt merubah karakteristik beban induktif dengan menggambarkan arus yang mendahului yang melawan beberapa komponen tertinggal arus beban induktif pada titik pemasangan. Oleh karena itu kapasitor shunt mempunyuai efek yang sama seperti kondensator sinkron penguatan luar , generator maupun motor.. Seperti ditunjukkan pada Gb.3.3 penempatan kapasitor shunt pada feeder, akan mengurangi arus magnetisasi sumber , memperbaiki factor daya sehingga drop tegangan antara akhir pengiriman dengan beban juga dapat dikurangi. Gb.3.3b dan 3.3d menunjukkan keadaan setelah dipasang kapasitor shut. Drop tegangan pada feeder atau pada saluran transmisi pendek dengan factor daya tertinggal dapat dihitung dengan persamaan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VD = IR R + IX XL ( Volt )………………………………….(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan :&lt;br /&gt;R = Resistansi total pada rangkaian feeder (ohm)&lt;br /&gt;XL = Reaktansi induktif total pada rangkaian feeder (ohm)&lt;br /&gt;IR = Komponen daya nyata untuk arus ( Amper/fase )&lt;br /&gt;IX = Komponen reaktif untuk arus tertinggal terhadap tegangan 900 &lt;br /&gt;( Amper/fase )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kapasitor dipasang pada sisi penerima dari saluran dapat dilihat pada Gb.3.3b, hasil drop tegangan dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VD = IR R + IXXL – ICXL ( Volt )…………………………….(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan : IC = komponen reaktif dari arus yang mendahului tegangan sebesar 900(Amp) &lt;br /&gt;Perbedaan antara perhitungan drop tegangan dicari dengan menggunakan persamaan (4) dan (5), adalah merupakan kenaikan tegangan pada instalasi kapasitor yang dapat dinyatakan sbb :&lt;br /&gt;VR = ICXL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PENENTUAN LOKASI KAPASITOR PADA JARINGAN DISTRIBUSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Uraian Umum.&lt;br /&gt;Jaringan distribusi biasanya disebut dengan jaringan tegangan menengah atau jaringan distribusi primer yang bertegangan 20 KV, tiga fasa, 4 kawat dengan netral bersama yang diketanahkan dengan sumber tegangan dari Gardu Induk menuju daerah –daerah beban dan biasanya jaringan tersebut penyulang (feeder).&lt;br /&gt;Dalam suatu GI biasanya jumlah penyulang lebih dari satu buah dan panjang rata-rata lebih dari 30 km, hal ini terjadi karena komposisi beban didomisi oleh beban bertarif rumah tangga yang letaknya menyebar baik didaerah pedesaan maupun daerah perkotaan. Oleh karena adanya jenis beban pada penyulang yang beraneka ragam serta letak yang berbeda-beda , maka akan mempengaruhi nilai-nilai factor daya pada masing-masing penyulang tersebut sehingga dalam satu GI yang terdiri dari beberapa penyulang dimungkinkan dapat terjadi perbedaan nilai factor daya yang menjolok.&lt;br /&gt;Pada umumnya masing-masing penyulang dalam suatu GI tidak dilengkapi dengan alat pengukur factor daya ( cosq meter ) sehingga guna mengetahui nilai factor daya maka operator GI harus menghitung sendiri denga cara membandingkan antara besaran daya aktif (kWh) terhadap besaran daya semu (kVA) . Dengan mengetahui besaran panjang penyulang , factor daya ,daya aktif dan reaktif serta daya semu , maka pada suatu penyulang yang factor dayanya jelek dapat ditentukan lokasi kapasitor yan tepat sehingga diharapkan akan diperoleh manfaat yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Prosedur Matemais untuk Menentukan Lokasi Kapasitor yang Optimum.&lt;br /&gt;Penyulang yang realities yang berisi sejumlah segmen arus dengan kombinasi yang terkosentrasikan dan beban jaringan tersebar disepanjang jaringan penyulang (Turan Gunen 1986).&lt;br /&gt;Anggaplah bahwa penurunan daya I2R disebabkan oleh arus I yang mengalir melalui jaringan penyulang dengan resistor R , maka dapat ditunjukkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I2R = ( I cos a )2 R + ( I sin a )2 R …………………………………( 6 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan a adalah sudut fase arus dan tegangan pada sisi penerima ( beban ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menambah kapasitor paralel dengan arah IC , maka resultannya adalah arus baru yaitu I1 dan penyusutan daya yang baru yaitu I2R, oleh karena itu maka :&lt;br /&gt;I12R = ( I cos a )2 R + ( I sin a )2 R ……………………...( 7 )&lt;br /&gt;Dengan demikaian pengurangan penyusutan sebagai hasil dari pemasangan kapasitor dapat diperoleh dengan cara sbb :&lt;br /&gt;uPLS = I2 R - I12 R……………………………………….( 8 )&lt;br /&gt;atau dengan menggantikan persamaan ( 6 ) dan ( 7 ) menjadi persamaan ( 8 )&lt;br /&gt;uPLS = 2( I sin a ) IC R – IC2 R…………………………….( 9 )&lt;br /&gt;Jadi hanya komponen arus reaktif yaitu I.sin a yang diambil untuk menghitung pengurangan penyusutan I2 R sebagai hasil dari persamaan kapasitor.&lt;br /&gt;Anggaplah bahwa panjang jaringan penyulang dari sumber tegangan atau GI sampai dengan ujung jaringan adalah 1 (satu) per panjang unit, seperti pada Gb. 4.2 profilarus pada titik yang telah ditentukan merupakan fungsi jarak yang titiknya bermula diakhir penyulang.&lt;br /&gt;Dengan demikian maka differensial penyusutan I2 R dari segmen differensial dx bertempat pada jarak x yang dapat dikatakan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dPLS = 3 [ I1 – ( I1 – I2 ) x] Rdx………………………….( 10 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENUTUP&lt;br /&gt;5.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;1. Hasil perhitungan aliran daya, tidak selalu memberikan unjuk kerja yang optimal. Belum tahu hasil perhitungan aliran daya (load flow) memberikan susut daya nyata sistem yang optimal, kenyataan ini terbukti setelah dilakukan perhitungan aliran daya untuk sistem jaringan IEEE 14 bus 20 saluran hanya memberikan susut daya sebesar 0,04351243253463 pu.&lt;br /&gt;2. Untuk mendapatkan susut daya nyata yang optimal, maka hasil dari aliran daya perlu dioptimalkan dengan menerapkan metode optimasi, pada pembahasan ini digunakan metode optimasi dari Shahihdehpour dengan prioritas pengaturan yang sama untuk ketiga varibel pengontrol (sadapan trafo, switching, capacitor/reactor, dan tegangan generator). Untuk mendapatkan susut daya yang optimal, maka harga pembangkit dari daya reaktif harus diabaikan.&lt;br /&gt;3. Jika harga pembangkitan daya reaktif tidak diabaikan, maka perlu dilakukan prioritas pengaturan variabel-variabel switching capasitor/reactor, posisi sadapan trafo dan pengaturan tegangan tegangan generator. Daerah kerja penggunaan prioritas pembangkitan daya reaktif ini tergantung pada perbandingan harga MW dan MVAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. 5.2 Saran&lt;br /&gt;1. Pemilihan metode optimasi daya reaktif dipengaruhi oleh perbandingan harga MW dan MWAR pda generator. Oleh karena itu disarankan untuk meneliti lebih lanjut perbandingan biaya produksi MW terhadap MWAR pada generator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Heading 2&lt;br /&gt;Capasitor bank is a colection of capasitance Variable that relationship amongs used for be able to save many power to serve the transmission compensation. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Heading 3&lt;br /&gt;I Gede Suputra Widharma &lt;br /&gt;Politeknik Negeri bali &lt;br /&gt;Kampus Bukit Jimbaran &lt;br /&gt;Badung, Bali, Indonesia&lt;br /&gt; &lt;em&gt;(sumber : http://igedesuputrawidharma.8m.com)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-4069024263514106523?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/4069024263514106523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/capasitor-bank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4069024263514106523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4069024263514106523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/capasitor-bank.html' title='CAPASITOR BANK'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-8421612580645537542</id><published>2009-01-22T11:51:00.005+08:00</published><updated>2009-01-22T11:54:43.532+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='power'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astl'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='listrik'/><title type='text'>Buku Power (Sistem TEnaga)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ini beberapa link untuk mempelajari ASTL (mohon maaf bila beberapa belum ter-update)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://darwito.files.wordpress.com/2008/05/asd9.doc&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-8421612580645537542?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/8421612580645537542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/buku-power-sistem-tenaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8421612580645537542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8421612580645537542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/buku-power-sistem-tenaga.html' title='Buku Power (Sistem TEnaga)'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-2912446584948702054</id><published>2009-01-22T11:12:00.004+08:00</published><updated>2009-02-08T12:10:15.941+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Michael Heart'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Song for Gaza'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaza lyric'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='we will not go down'/><title type='text'>Lirik :WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) Lyrics  ,</title><content type='html'>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)&lt;br /&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;br /&gt;Copyright 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya putih yang membutakan mata&lt;br /&gt;Menyala terang di langit Gaza malam ini&lt;br /&gt;Orang-orang berlarian untuk berlindung&lt;br /&gt;Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang dengan tank dan pesawat&lt;br /&gt;Dengan berkobaran api yang merusak&lt;br /&gt;Dan tak ada yang tersisa&lt;br /&gt;Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dan anak-anak&lt;br /&gt;Dibunuh dan dibantai tiap malam&lt;br /&gt;Sementara para pemimpin nun jauh di sana&lt;br /&gt;Berdebat tentang siapa yg salah &amp; benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan&lt;br /&gt;Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam&lt;br /&gt;Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit&lt;br /&gt;Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;youtube : http://www.youtube.com/watch?v=dlfhoU66s4Y&amp;eurl=http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;download mp3 (legal euy) : http://www.michaelheart.com/sfg/downloads/a22685d/dl.php?file=we_will_not_go_down.mp3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-2912446584948702054?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/2912446584948702054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/lirik-we-will-not-go-down-song-for-gaza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2912446584948702054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/2912446584948702054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/lirik-we-will-not-go-down-song-for-gaza.html' title='Lirik :WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) Lyrics  ,'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-4034139369266052943</id><published>2009-01-21T09:12:00.001+08:00</published><updated>2009-01-21T09:17:22.388+08:00</updated><title type='text'>Materi listrik Dasar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;1.  RESISTANSI,  REAKTANSI DAN IMPEDANSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="table53" width="100%" border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="582"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Resistansi,    reaktansi dan impedansi merupakan istilah yang mengacu pada    karakteristik dalam rangkaian yang bersifat melawan arus listrik.     Resistansi merupakan tahanan yang diberikan oleh resistor.     Reaktansi merupakan tahanan yang bersifat reaksi terhadap perubahan    tegangan atau perubahan arus.  Nilai tahanannya berubah sehubungan    dengan perbedaan fase dari tegangan dan arus.  Selain itu reaktansi    tidak mendisipasi energi.  Sedangkan impedansi mengacu pada    keseluruhan dari sifat tahanan terhadap arus baik mencakup resistansi,    reaktansi atau keduanya.  Ketiga jenis tahanan ini diekspresikan    dalam satuan ohm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;2.  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="sv"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;INDUKTOR DAN KAPASITOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="table1" width="100%" border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="582"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Induktor melawan arus yang melaluinya dengan cara menurunkan  tegangan berbanding lurus dengan laju perubahan arus.  Menurut  hukum Lenz tegangan terinduksi akan selalu dalam polaritas yang sedemikian rupa  menjaga nilai arus seperti pada sebelumnya.  Dengan demikian ketika arus  meningkat, tegangan terinduksi akan melawan aliran elektron, sedangkan ketika  arus menurun polaritas akan berbalik dan mendorong aliran elektron.  Oposisi  terhadap aliran ini disebut sebagai reaktansi.  Hubungan antara tegangan yang  diturunkan dengan laju perubahan arus melalui induktor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2510" type="#_x0000_t75" style="'width:47.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image001.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image002.gif" shapes="_x0000_s2510" width="63" border="0" height="46" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Jadi tegangan yang  diturunkan pada induktor merupakan reaksi terhadap perubahan arus yang  melaluinya.  Karena sebuah induktor menurunkan tegangan berbanding lurus dengan  laju perubahan arus maka reaktansinya juga akan bergantung pada frekwensi  alternating current.  Formulanya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;    &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2636" type="#_x0000_t75" style="'width:53.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image003.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image004.gif" shapes="_x0000_s2636" width="71" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Berbeda dengan induktor, kapasitor mengijinkan arus  untuk melewatinya berbanding lurus dengan laju perubahan tegangan.   Hubungan tersebut  dinyatakan sebagai:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;    &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2637" type="#_x0000_t75" style="'width:42pt;height:30.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image005.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image006.gif" shapes="_x0000_s2637" width="56" border="0" height="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Arus yang melalui kapasitor  merupakan reaksi dari perubahan tegangan pada kapasitor tersebut.  Karena  kapasitor menghantarkan arus berbanding lurus dengan laju perubahan tegangan  maka juga berbanding lurus dengan frekwensi.  Oleh karena itu &lt;i&gt;reaktansi&lt;/i&gt;nya  akan berbanding terbalik dengan frekwensi alternating current.  Formulanya  adalah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 14pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2638" type="#_x0000_t75" style="'width:57.75pt;height:33pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image007.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image008.gif" shapes="_x0000_s2638" width="77" border="0" height="44" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2511" alt="" style="'width:203.25pt;height:192.75pt'" coordorigin="4254,2460" coordsize="4064,3861"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2512" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:4254;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image009.png" title=""&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;   &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;   &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2513" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2513'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table11"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Slope arus = 0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Tegangan =0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2514" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2514'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table10"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Slope arus =maks (+)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Tegangan =maks (+)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2515" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2515'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table9"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Slope arus =maks (-)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Tegangan =maks (-)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2516" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2516'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table8"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Slope arus = 0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;    Tegangan = 0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2517" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2517'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table7"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;    &lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Perbedaan     fase antara tegangan dan arus pada rangkaian induksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s2518" style="'position:absolute;left:5854;top:2460;" stroked="f"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image010.gif" shapes="_x0000_s2511 _x0000_s2512 _x0000_s2513 _x0000_s2514 _x0000_s2515 _x0000_s2516 _x0000_s2517 _x0000_s2518" width="273" height="259" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;3. PERHITUNGAN  PADA RANGKAIAN RLC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="table54" width="100%" border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="582"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;   &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  Pada rangkaian RLC, hukum Ohm    tetap memenuhi untuk digunakan dalam perhitungan.  Akan tetapi    operasi aritmatiknya tetap mengikuti kaidah dalam perhitungan vektor    kompleks.  Teknik perhitungan pada rangkaian RLC ini akan lebih    jelas dari contoh-contoh berikut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;Contoh Soal 1.  Rangkaian Resistansi  Murni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;table id="table12" width="100%" border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="516"&gt;    &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);" lang="sv"&gt;Hitung kuat   arus (rms) dan gambarkan tegangan, arus dan daya terhadap waktu dari   rangkaian resistansi berikut&lt;/span&gt;&lt;p&gt;    &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0); font-style: italic;" lang="IT"&gt;Jawab: Impedansi dari  rangkaian ini hanya mencakup resistansi.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;  &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2523" type="#_x0000_t75" style="'width:74.25pt;height:15.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image011.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image012.gif" shapes="_x0000_s2523" width="99" border="0" height="21" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;atau ditulis sebagai 60&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;W&lt;/span&gt; pada sudut   0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; (arus dan tegangan berada pada fase yang sama).&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;    &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;Perlu diingat   bahwa E adalah nilai rms, sehingga demikian arusnya dapat dihitung sebagai:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2528" type="#_x0000_t75" style="'width:89.25pt;height:30.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image013.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image014.gif" shapes="_x0000_s2528" width="119" border="0" height="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;  &lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;Karena   tegangan dan arus pada satu fase (selalu sama tanda) sehingga daya sesaat   yang dihasilkan adalah selalu positif.  Hal ini berarti resistansi R   mengkonsumsi energi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td valign="top"&gt;    &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2529" alt="" style="'width:201pt;height:116.25pt;float:left'" coordorigin="4072,11590" coordsize="4026,2323"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2530" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2530'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table16"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Rangkaian R&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2531" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image015.png" title="" cropright="5505f"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s2532" style="'position:absolute;left:4072;top:11590;" stroked="f"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image016.gif" shapes="_x0000_s2529 _x0000_s2530 _x0000_s2531 _x0000_s2532" width="268" align="left" height="157" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2533" alt="" style="'width:192.75pt;height:135pt;float:left'" coordorigin="5073,2264" coordsize="3850,2704"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2534" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2534'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table18"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Arus,     Tegangan dan Daya terhadap Waktu pada rangkaian R&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2535" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" preferrelative="f"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image017.png" title=""&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2536" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2536'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table17"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt"&gt;Waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image018.gif" shapes="_x0000_s2533 _x0000_s2534 _x0000_s2535 _x0000_s2536" width="260" align="left" height="182" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;Contoh Soal 2.  Rangkaian Induktansi  Murni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;table id="table23" width="100%" border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="518"&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;    &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);" lang="sv"&gt;Hitung kuat   arus (rms) dan gambarkan tegangan, arus dan daya dari rangkaian berikut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0); font-style: italic;" lang="IT"&gt;Jawab: Impedansi dari  rangkaian ini hanya mencakup reaktansi.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2550" type="#_x0000_t75" style="'width:75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image019.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image020.gif" shapes="_x0000_s2550" width="100" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2551" type="#_x0000_t75" style="'width:95.25pt;height:15.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image021.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image022.gif" shapes="_x0000_s2551" width="127" border="0" height="21" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;atau    ditulis sebagai 60.319W  pada    sudut 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;    (tegangan dan arus berbeda fase 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;).   &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;   &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;Dengan    demikian arusnya dapat dihitung sebagai:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2556" type="#_x0000_t75" style="'width:131.25pt;height:30.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image023.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image024.gif" shapes="_x0000_s2556" width="175" border="0" height="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;    &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman; color: black;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;Karena   tegangan dan arus pada fase yang berbeda sehingga daya sesaat yang   dihasilkan adalah bernilai positif dan negatif secara bergantian.  Daya   yang bernilai negatif menunjukkan bahwa daya dilepas kembali oleh induktor   ke rangkaian.  Karena perbedaan positip dan negatip besarnya sama dan   dalam waktu yang sama maka resultannya adalah nol.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;     &lt;span style="color:#008000;"&gt;Oleh karena itu kalau sumbernya adalah generator maka   daya akan dikembalikan ke sumber sehingga tidak perlu energi mekanis untuk   menggerakkan generator dan induktor tidak menjadi panas (sebagaimana yang   terjadi pada beban resistif).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2557" alt="" style="'width:222pt;height:106.5pt;float:left'" coordorigin="4193,6002" coordsize="4444,2136"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2558" type="#_x0000_t75" alt="" style="'position:absolute;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image025.png" title="" cropleft="1327f" cropright="4652f"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2559" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2559'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table27"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Rangkaian L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image026.gif" shapes="_x0000_s2557 _x0000_s2558 _x0000_s2559" width="296" align="left" height="144" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2560" alt="" style="'width:192pt;height:116.25pt;float:left'" coordorigin="5062,5122" coordsize="3839,2321"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2561" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:5128;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image027.png" title=""&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2562" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2562'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table29"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Arus,     Tegangan dan Daya terhadap Waktu pada rangkaian L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2563" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2563'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table28"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt"&gt;Waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image028.gif" shapes="_x0000_s2560 _x0000_s2561 _x0000_s2562 _x0000_s2563" width="260" align="left" height="157" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -2cm;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;Contoh Soal 3.  Rangkaian Seri pada  RLC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;table id="table32" width="100%" border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="576"&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;    &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);" lang="sv"&gt;Hitung     impedansi total dan tegangan pada masing-masing resistor, induktor     dan kapastior dari rangkaian SERI resistansi-induktansi-kapasitor     berikut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Jawab:     &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0); font-style: italic;" lang="IT"&gt;Impedansi     dari rangkaian ini hanya mencakup resitansi, reaktansi induktif dan     reaktansi kapasitif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2579" type="#_x0000_t75" style="'width:75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image029.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image030.gif" shapes="_x0000_s2579" width="100" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2580" type="#_x0000_t75" style="'width:74.25pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image031.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image032.gif" shapes="_x0000_s2580" width="99" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -10pt;"&gt;&lt;i&gt;  &lt;span style="color:#008000;"&gt;oleh karena itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -10pt;"&gt; &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2655" type="#_x0000_t75" style="'width:87pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image033.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image034.gif" shapes="_x0000_s2655" width="116" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;atau   &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2656" type="#_x0000_t75" style="'width:57.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image035.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image036.gif" shapes="_x0000_s2656" width="77" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;pada    0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -10pt;"&gt;   &lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -0.0003pt;"&gt;   &lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2657" type="#_x0000_t75" style="'width:101.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image037.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image038.gif" shapes="_x0000_s2657" width="135" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2658" type="#_x0000_t75" style="'width:72.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image039.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image040.gif" shapes="_x0000_s2658" width="97" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; pada    90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -0.0003pt;"&gt;   &lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2659" type="#_x0000_t75" style="'width:99.75pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image041.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image042.gif" shapes="_x0000_s2659" width="133" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2660" type="#_x0000_t75" style="'width:1in;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image043.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image044.gif" shapes="_x0000_s2660" width="96" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; pada    – 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -0.0003pt;"&gt;   &lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2661" type="#_x0000_t75" style="'width:186pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image045.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image046.gif" shapes="_x0000_s2661" width="248" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2662" type="#_x0000_t75" style="'width:1in;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image047.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image048.gif" shapes="_x0000_s2662" width="96" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; pada    sudut -80.68&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-bottom: -0.0003pt;"&gt;  &lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; Dengan tegangan total adalah  &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2663" type="#_x0000_t75" style="'width:84pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image049.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image050.gif" shapes="_x0000_s2663" width="112" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; atau  &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2664" type="#_x0000_t75" style="'width:56.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image051.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image052.gif" shapes="_x0000_s2664" width="75" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; pada   sudut 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   Sehingga arusnya adalah:&lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2665" type="#_x0000_t75" style="'width:99pt;height:30.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image053.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image054.gif" shapes="_x0000_s2665" width="132" border="0" height="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; pada   sudut (0-(-80.68))&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;= 80.68&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt; atau dalam bilangan   kompleks ditulis sebagai:    &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2666" type="#_x0000_t75" style="'width:110.25pt;height:15.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image055.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image056.gif" shapes="_x0000_s2666" width="147" border="0" height="21" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   Karena rangkaian seri, maka besarnya arus pada ketiga komponen adalah sama   sehingga masing-masing tegangan adalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2667" type="#_x0000_t75" style="'width:350.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image057.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image058.gif" shapes="_x0000_s2667" width="467" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  atau  19.434 V pada sudut 80.68&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2668" type="#_x0000_t75" style="'width:372pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image059.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image060.gif" shapes="_x0000_s2668" width="496" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  atau 19.048 V pada sudut 170.68 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2669" type="#_x0000_t75" style="'width:372pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image061.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image062.gif" shapes="_x0000_s2669" width="496" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;  atau 137.46 V pada sudut -9.3199&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2581" alt="" style="'width:186pt;height:136.5pt'" coordorigin="4611,10391" coordsize="3718,2730"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2582" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:4875;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image063.png" title=""&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2583" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2583'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table33"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Rangkaian     Seri RLC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image064.gif" shapes="_x0000_s2581 _x0000_s2582 _x0000_s2583" width="252" height="184" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;Contoh Soal 4.  Rangkaian Paralel pada  RLC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;  &lt;table id="table34" width="100%" border="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="448" align="center"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);" lang="sv"&gt;Hitunglah   impedansi total dan kuat arus dari masing-masing resistor, induktor dan   kapasitor dari rangkaian PARALEL   resistansi-induktansi-kapasitor berikut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Jawab:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Karena rangkaiannya adalah paralel, maka tegangan   pada masing-masing komponen R, L dan C adalah sama dengan tegangan total&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;i&gt; &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2588" type="#_x0000_t75" style="'width:84pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image049.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image050.gif" shapes="_x0000_s2588" width="112" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2589" type="#_x0000_t75" style="'width:56.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image051.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image052.gif" shapes="_x0000_s2589" width="75" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Karena tahanan masing-masing adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2670" type="#_x0000_t75" style="'width:87pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image033.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image034.gif" shapes="_x0000_s2670" width="116" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2671" type="#_x0000_t75" style="'width:57.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image035.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image036.gif" shapes="_x0000_s2671" width="77" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2672" type="#_x0000_t75" style="'width:101.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image037.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image038.gif" shapes="_x0000_s2672" width="135" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2673" type="#_x0000_t75" style="'width:72.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image039.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image040.gif" shapes="_x0000_s2673" width="97" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2674" type="#_x0000_t75" style="'width:99.75pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image041.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image042.gif" shapes="_x0000_s2674" width="133" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2675" type="#_x0000_t75" style="'width:1in;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image043.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image044.gif" shapes="_x0000_s2675" width="96" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    – 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;maka kuat arus pada masing-masing R, L dan C adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2676" type="#_x0000_t75" style="'width:132.75pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image065.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image066.gif" shapes="_x0000_s2676" width="177" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;atau &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2677" type="#_x0000_t75" style="'width:89.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image067.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image068.gif" shapes="_x0000_s2677" width="119" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2678" type="#_x0000_t75" style="'width:161.25pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image069.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image070.gif" shapes="_x0000_s2678" width="215" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut =-90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;atau&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2679" type="#_x0000_t75" style="'width:102.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image071.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image072.gif" shapes="_x0000_s2679" width="137" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2680" type="#_x0000_t75" style="'width:162pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image073.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image074.gif" shapes="_x0000_s2680" width="216" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut =90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;atau&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;i&gt;&lt;span style="position: relative; top: 6pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2681" type="#_x0000_t75" style="'width:104.25pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image075.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image076.gif" shapes="_x0000_s2681" width="139" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; Sedangkan I total adalah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2682" type="#_x0000_t75" style="'width:276pt;height:36pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image077.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image078.gif" shapes="_x0000_s2682" width="368" border="0" height="48" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;atau &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;     &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2683" type="#_x0000_t75" style="'width:75.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image079.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image080.gif" shapes="_x0000_s2683" width="101" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada   sudut -41.311&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/blockquote&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2590" alt="" style="'width:291.75pt;height:98.25pt;float:right'" coordorigin="3214,1965" coordsize="5834,1960"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2591" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:3408;"&gt;   &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image081.png" title=""&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s2592" style="'position:absolute;left:3214;top:1965;" stroked="f"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2593" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2593'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table35"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Rangkaian     Paralel RLC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image082.gif" shapes="_x0000_s2590 _x0000_s2591 _x0000_s2592 _x0000_s2593" width="389" align="right" height="133" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;hr /&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;4. FAKTOR DAYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="table36" width="100%" border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td valign="top" width="631"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Terdapat tiga jenis daya sehubungan dengan resistance  (tahanan, R), reaktansi X dan impedance, Z yang masing-masing adalah &lt;i&gt;True Power&lt;/i&gt; (P), &lt;i&gt;Reactive Power&lt;/i&gt; (Q) dan &lt;i&gt;Apparent Power&lt;/i&gt; (S). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Formula dari ketiga jenis daya tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;            &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2607" type="#_x0000_t75" style="'width:42pt;height:15pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image083.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image084.gif" shapes="_x0000_s2607" width="56" border="0" height="20" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; atau &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2608" type="#_x0000_t75" style="'width:39.75pt;height:33pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image085.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image086.gif" shapes="_x0000_s2608" width="53" border="0" height="44" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;            &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2609" type="#_x0000_t75" style="'width:45pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image087.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image088.gif" shapes="_x0000_s2609" width="60" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;atau &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2610" type="#_x0000_t75" style="'width:39.75pt;height:33pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image089.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image090.gif" shapes="_x0000_s2610" width="53" border="0" height="44" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;            &lt;span style="position: relative; top: 3pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2611" type="#_x0000_t75" style="'width:42pt;height:15.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image091.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image092.gif" shapes="_x0000_s2611" width="56" border="0" height="21" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; atau &lt;span style="position: relative; top: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2612" type="#_x0000_t75" style="'width:39pt;height:33pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image093.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image094.gif" shapes="_x0000_s2612" width="52" border="0" height="44" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;    Hubungan antara ketiga jenis daya dapat  dilihat pada Gambar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Faktor daya didefinisikan sebagai:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 15pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2613" type="#_x0000_t75" style="'width:179.25pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image095.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image096.gif" shapes="_x0000_s2613" width="239" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dapat dilihat bahwa sebenarnya faktor daya adalah cosinus  dari sudut fase impedansi.  Faktor daya sangat penting untuk diketahui  karena ketika faktor daya kurang dari 1 (rangkaian resistance – reaktansi) maka  kebutuhan arusnya harus melebihi dari jika rangkaiannya adalah resitance murni.   Jika faktor daya = 0.7 maka daya yang dibutuhkan adalah = 1 / 0.7 = 1.43 kali  dari jika rangkaiannya adalah murni resitance dengan nilai resistansi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;            Faktor daya penting untuk diketahui sehubungan  dengan keefisienan dari rangkaian.  Faktor daya yang terlalu rendah membuat  kebutuhan konduktor yang tinggi, padahal daya (true power) yang dibutuhkan tidak  memerlukan konduktor dengan spesifikasi tersebut.  Faktor daya dapat  ditingkatkan dengan membuat kompensasi pada rangkaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s2614" alt="" style="'width:230.25pt;height:201pt;float:right'" coordorigin="3995,4352" coordsize="4611,4015"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2615" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2615'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table46"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:11.0pt;color:green"&gt;P, Watt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2616" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2616'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table45"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:11.0pt;color:blue"&gt;Q, VAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2617" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2617'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table44"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:11.0pt;color:#FF6600"&gt;S, VA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2618" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" fillcolor="teal" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2618'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table43"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;color:white"&gt;    Sudut fase impedansi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:line id="_x0000_s2619" style="'position:absolute;" from="5337,6574" to="5492,6872"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2620" style="'position:absolute;left:5566;top:6662;" coordsize="150,284" path="m,c32,28,65,57,90,104v25,47,42,113,60,180e" filled="f"&gt;   &lt;v:path arrowok="t"&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:line id="_x0000_s2621" style="'position:absolute;flip:y'" from="5293,4616" to="7471,6959" strokecolor="#f60" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s2622" style="'position:absolute'" from="5293,6970" to="7438,6970" strokecolor="green" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s2623" style="'position:absolute'" from="7471,4616" to="7471,6992" strokecolor="blue" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;v:shape id="_x0000_s2624" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;   &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s2624'" inset="0,0,0,0"&gt; &lt;![if !mso]&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" id="table42"&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;   &lt;div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Gambar Hubungan     antara &lt;i&gt;True Power&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Reactive Power&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Apparent     Power&lt;/i&gt;    &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/table&gt; &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:shape&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s2625" style="'position:absolute;left:3995;top:5474;" stroked="f"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s2626" style="'position:absolute;left:6855;top:4352;width:220;" stroked="f"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image097.gif" shapes="_x0000_s2614 _x0000_s2615 _x0000_s2616 _x0000_s2617 _x0000_s2618 _x0000_s2619 _x0000_s2620 _x0000_s2621 _x0000_s2622 _x0000_s2623 _x0000_s2624 _x0000_s2625 _x0000_s2626" width="309" align="right" height="270" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%; margin-left: 0cm;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;5. KOMPENSASI  REAKTANSI INDUKTIF DENGAN REAKTANSI KAPASITIF&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="table66" width="100%" border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="582"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;   &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Peningkatan faktor daya dapat dilakukan  dengan mengkompensasi reaktansi induktif oleh reaktansi kapasitif. Teknik  perhitungan untuk mengkompensasi rangkaian tersebut contoh berikut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%; margin-left: 18pt;"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: black;" lang="IT"&gt;Contoh Soal 5.  Kompensasi reaktansi  induktif dengan reaktansi kapasitif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%; margin-left: 0cm;"&gt;  &lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="sv"&gt;Hitunglah kapasitor yang diperlukan   untuk membuat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="sv"&gt;   faktor daya dari rangkaian berikut ini menjadi 1.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%; margin-left: 0cm;"&gt;  &lt;span lang="sv"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Jawab:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  Impedansi induktif dari rangkaian tersebut adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2709" type="#_x0000_t75" style="'width:75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image019.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image020.gif" shapes="_x0000_s2709" width="100" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2710" type="#_x0000_t75" style="'width:90pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image098.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image099.gif" shapes="_x0000_s2710" width="120" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 2pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2711" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2711" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    ditulis sebagai 60.319 &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2712" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2712" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; (tegangan dan arus berbeda fase 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  Sedangkan impedansi resistansi dari rangkaian tersebut adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2713" type="#_x0000_t75" style="'width:69.75pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image102.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image103.gif" shapes="_x0000_s2713" width="93" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 2pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2714" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2714" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    ditulis sebagai 60 &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2715" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2715" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; (tegangan dan arus pada fase yang sama).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  Dengan demikian impedansi total dari rangkaian tersebut adalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2716" type="#_x0000_t75" style="'width:96pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image104.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image105.gif" shapes="_x0000_s2716" width="128" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    85.078 &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2717" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2717" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut fase 45.152&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;dan   kuat arusnya menjadi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 12pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2718" type="#_x0000_t75" style="'width:123.75pt;height:30.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image106.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image107.gif" shapes="_x0000_s2718" width="165" border="0" height="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  sehingga reactive powernya adalah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Times New Roman;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2719" type="#_x0000_t75" style="'width:206.25pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image108.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image109.gif" shapes="_x0000_s2719" width="275" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  untuk mengkompensasi Q tersebut maka dibutuhkan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; rangkaian   (Gambar ) dengan kapasitor yang memiliki reaktansi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 14pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2724" type="#_x0000_t75" style="'width:147pt;height:35.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image110.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image111.gif" shapes="_x0000_s2724" width="196" border="0" height="47" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  sehingga &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2725" type="#_x0000_t75" style="'width:206.25pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image112.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image113.gif" shapes="_x0000_s2725" width="275" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  Dengan pembulatan nilai &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2726" type="#_x0000_t75" style="'width:51.75pt;height:15.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image114.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image115.gif" shapes="_x0000_s2726" width="69" border="0" height="21" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; maka   pembuktian terbalik memberikan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2727" type="#_x0000_t75" style="'width:101.25pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image116.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image117.gif" shapes="_x0000_s2727" width="135" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    85.078 &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2728" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2728" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut fase 45.152&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 6pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2729" type="#_x0000_t75" style="'width:101.25pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image118.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image119.gif" shapes="_x0000_s2729" width="135" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    120.57 &lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2730" type="#_x0000_t75" style="'width:12.75pt;height:12.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image100.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image101.gif" shapes="_x0000_s2730" width="17" border="0" height="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; pada    sudut fase -90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;i&gt;Sehingga &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2731" type="#_x0000_t75" style="'width:126pt;height:17.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image120.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image121.gif" shapes="_x0000_s2731" width="168" border="0" height="23" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; atau    120.64 pada 0.2724&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;Dan   dengan demikian &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;  &lt;span style="color:#008000;"&gt;  &lt;span style="position: relative; top: 5pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2732" type="#_x0000_t75" style="'width:116.25pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image122.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image123.gif" shapes="_x0000_s2732" width="155" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;              &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2733" type="#_x0000_t75" style="'width:105.75pt;height:18pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image124.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image125.gif" shapes="_x0000_s2733" width="141" border="0" height="24" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;  Dapat dilihat bahwa faktor daya telah ditingkatkan sampai kira-kira satu,   yaitu:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;   &lt;span style="position: relative; top: 15pt; font-style: italic;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s2734" type="#_x0000_t75" style="'width:248.25pt;height:33.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="pendahuluan_files/image126.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="http://web.ipb.ac.id/%7Etepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan_files/image127.gif" shapes="_x0000_s2734" width="331" border="0" height="45" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;i&gt;   Terlihat juga bahwa arus total yang melalui konduktor menjadi lebih rendah   yaitu 994.7 mA.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; (sumber:http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20VIII%20RANGKAIAN%20RLC/pendahuluan.htm)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-4034139369266052943?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/4034139369266052943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/materi-listrik-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4034139369266052943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4034139369266052943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/materi-listrik-dasar.html' title='Materi listrik Dasar'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-5824271109494385638</id><published>2009-01-21T09:10:00.003+08:00</published><updated>2009-02-08T11:56:24.431+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapasitor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='faktor daya'/><title type='text'>Penggunaan Kapasitor dalam Kopensator Daya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="content"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SNIeEuOFXKI/AAAAAAAAAGA/oieHogeLg1Q/s1600-h/capacitor+bank.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SNIeEuOFXKI/AAAAAAAAAGA/oieHogeLg1Q/s320/capacitor+bank.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247289582315461794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif) membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berarti dalam menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW) saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan menghasilkan daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN. Jika nilai daya itu diperbesar yang biasanya dilakukan oleh pelanggan industri maka rugi-rugi daya menjadi besar sedang daya aktif (kW) dan tegangan yang sampai ke konsumen berkurang. Dengan demikian produksi pada industri itu akan menurun hal ini tentunya tidak boleh terjadi untuk itu suplai daya dari PLN harus ditambah berarti penambahan biaya. Karena daya itu P = V.I, maka dengan bertambah besarnya daya berarti terjadi penurunan harga V dan naiknya harga I. Dengan demikian daya aktif, daya reaktif dan daya nyata merupakan suatu kesatuan yang kalau digambarkan seperti segi tiga siku-siku pada Gambar 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r.&lt;br /&gt;cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1)  P (kW) = S (kVA) . cos r................(2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bahwa harga cos r adalah mulai dari 0 s/d 1. Berarti kondisi terbaik yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga cos r = 1 dan ini disebut juga dengan cos r yang terbaik. Namun dalam kenyataannya harga cos r yang ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0,8. Jadi untuk harga cos r &lt; 0,8 berarti pf dikatakan jelek. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan. Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sbb:&lt;br /&gt;a. Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi.&lt;br /&gt;b. Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR.&lt;br /&gt;c. Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis sistem dengan pf yang rendah tentunya akan menyebabkan arus yang dibutuhkan dari pensuplai menjadi besar. Hal ini akan menyebabkan rugi-rugi daya (daya reaktif) dan jatuh tegangan menjadi besar. Dengan demikian denda harus dibayar sebabpemakaian daya reaktif meningkat menjadi besar. Denda atau biaya kelebihan daya reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercata dalam sebulan lebih tinggi dari 0,62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata-rata kurang dari 0,85. Sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah menggunakan rumus sbb:&lt;br /&gt;[ B - 0,62 ( A1 + A2 ) ] Hk &lt;br /&gt;Dimana : B = pemakaian k VARH&lt;br /&gt;A1 = pemakaian kWH WPB&lt;br /&gt;A2 = pemakaian kWH LWBP&lt;br /&gt;Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbesar harga cos r (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah memperkecil sudut r sehingga menjadi r1 berarti r&gt;r1. Sedang untuk memperkecil sudut r itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR). Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa kapasitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Sedangkan keuntungan lain dengan mengecilnya daya reaktif adalah :&lt;br /&gt;•  Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.&lt;br /&gt;•  Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses Kerja Kapasitor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor : &lt;br /&gt;Rugi daya aktif = I2 R Watt .............(5)&lt;br /&gt;Rugi daya reaktif = I2 x VAR.........(6)&lt;br /&gt;Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor :&lt;br /&gt;Rugi daya aktif = (I2 - Ic2) R Watt ...(7)&lt;br /&gt;Rugi daya reaktif = (I2 - Ic2) x VAR (8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemasangan Kapasitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya ada dua cara : &lt;br /&gt;1. Terpusat kapasitor ditempatkan pada:&lt;br /&gt;a. Sisi primer dan sekunder transformator&lt;br /&gt;b. Pada bus pusat pengontrol&lt;br /&gt;2. Cara terbatas kapasitor ditempatkan&lt;br /&gt;a. Feeder kecil&lt;br /&gt;b. Pada rangkaian cabang&lt;br /&gt;c. Langsung pada beban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan Kapasitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Kemudian karena kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :&lt;br /&gt;•  Pemeriksaan kebocoran&lt;br /&gt;•  Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor&lt;br /&gt;•  Pemeriksaan isolator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Mikroprosesor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain komponen induktor pemborosan pemakaian listrik bisa juga terjadi karena: &lt;br /&gt;Tegangan tidak stabil &lt;br /&gt;Ketidak stabilan tegangan bisa menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik. Ketidakstabilan itu dapat diartikan tegangan pada suatu fase lebih besar, lebih kecil atau berfluktuasi terhadap teganga standar. Sedangkan akibat pembrosan energi listrik itu maka timbul panas sehingga bisa menyebabkan pertama kerusakan isolator peralatan yang dipakai. Ke dua memperpendek daya isolasi pada lilitan. Sementara itu dengan ketidakseimbangan sebesar 3% saja dapat memperbesar suhu motor yang sedang beroperasi sebesar 18% dari keadaan semula. Hal ini tentunya akan menimbulkan suara bising pada motor dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harmonik&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonik itu bisa menimbulkan panas, hal ini terjadi karena adanya energi listrik yang berlebihan. Harmonik itu bisa muncul karena peralatan seperti komputer, kontrol motor dll. Harmonik merupakan suatu keadaan timbulnya tegangan yang periodenya berbeda dengan periode tegangan standar. Periode itu bisa 180 Hz (harmonik ke-3), 300 Hz (harmonik ke-5) dan seterusnya. Harmonik pada transformator lebih berbahaya, hal ini karena adanya sisrkulasi arus akibat panas yang berlebih. Sehingga hal ini bisa mengurangi kemampuan peralatan proteksi yang menggunakan power line carrier sebagai detektor kondisi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengoptimalkan pemakaian energi listrik bisa digunakan beban-beban tiruan berupa LC yang dilengkapi dengan teknologi mikroprosesor. Sehingga ketepatan dan keandalan dalam mendeteksi kualitas daya listrik bisa diperoleh. Mikroprosesor itu berfungsi untuk mengolah komponen-komponen yang menentukan kualitas tenaga listrik. Seperti keseimbangan beban antar fasa, harmonik dan surja. Apabila terdapat ketidakseimbangan antara fasa satu dengan fasa yang lainnya, maka mikroprosesor akan memerintahkan beban-beban LC untuk membuka atau menutup agar arus disuplai ke fasa satu sehingga selisih arus antara fasa satu dengan fasa yang lainnya tidak ada. Banyaknya L atau C yang dibuka atau ditutup tergantung dari kondisi ketidakseimbangan beban yang terdeteksi oleh mikroprosesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi harmonik yang terdeteksi bisa dihilangkan dengan menggunakan filter LC. &lt;br /&gt;Keuntungan alat ini adalah : &lt;br /&gt;•  Mampu mereduksi daya sampai 30%. &lt;br /&gt;•  Meningkatkan pf antara 95-100%&lt;br /&gt;•  Dapat mengeliminasi terjadinya harmonik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pemakaian energi listrik bisa dihemat yaitu dengan cara mengoptimalkan konsumsi energi masing-masing peralatan yang digunakan, memperkecil gejala harmonik dan menstabilkan tegangan. Sehingga energi tersisa bisa dimanfaatkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan. Sedang dampak negatif dari pemborosan energi listrik itu pertama menciptakan ketidakseimbangan beban fasa-fasa listrik yang pada gilirannya akan mempengaruhi over heating pada motor dan penurunan life isolator. Ke dua bagi PLN sebagai penyuplai energi listrik tentunya harus menyediakan energi listrik yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daya dan Energi Listrik, Deni Almanda, disampaikan pada penataran dosesn teknik elektro di Teknik Elektro UGM, Pebruari 1997, Yogyakarta.&lt;br /&gt;2. Peranan energi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan, Publikasi Ilmiah, BPPT, Jakarta, Mei 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh: Ir. Deni Almanda, dosen Teknik Elektro &amp;amp; Kepala Perpustakaan FT UMJ, alumni FT UGM dan aktif menulis masalah kelistrikan di berbagai media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(diposting oleh :HAge)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sumber: http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/09/peranan-kapasitor-dalam-penggunaan.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="quick-edit-icon"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-5824271109494385638?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/5824271109494385638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5824271109494385638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5824271109494385638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='Penggunaan Kapasitor dalam Kopensator Daya'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SNIeEuOFXKI/AAAAAAAAAGA/oieHogeLg1Q/s72-c/capacitor+bank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-5333311152995114882</id><published>2009-01-21T09:08:00.002+08:00</published><updated>2009-01-21T09:09:59.915+08:00</updated><title type='text'>STUDI OPTIMASI KOMPENSASI KAPASITOR SERI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV UNGARAN � KRIAN</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;img src="http://etd.library.ums.ac.id/images/author.jpg" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td valign="top"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153);"&gt;      Oleh: BUDIDOYO PRIYANTONO - D400000002 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;F TEKNIK UMS&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153);font-size:78%;" &gt;Dibuat: 2007-01-06 &lt;/span&gt;      &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Keywords:&lt;/b&gt; Listrik, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 KV , daya kapasitor&lt;br /&gt;&lt;p&gt;ABSTRAKSI&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Listrik merupakan bentuk energi yang paling cocok dan nyaman bagi manusia modern. Untuk mendapatkan energi listrik dibutuhkan pembangkit energi listrik yang jauh letaknya dengan pusat-pusat beban, sehingga digunakan saluran transmisi untuk menyalurkannya. Pada saluran transmisi digunakan tegangan tinggi untuk mendapatkan daya guna penyaluran yang baik, karena hilang daya transmisi turun. Hilang daya pada saluran transmisi karena adanya tahanan pada penghantar yang digunakan, yang terdiri dari resistansi murni dan reaktansi induktif, ini disebabkan karena pada saluran transmisi digunakan sistem arus bolak-balik. Untuk mengatasi hal tersebut disini dicoba mengetengahkan suatu studi kompensasi, yaitu masalah kompensasi kapasitor seri yang digunakan pada saluran transmisi jarak jauh. Penambahan kapasitor yang dihubungkan seri pada saluran transmisi akan mengkompensasi reaktansi induktif dari saluran transmisi yang memungkinkan penyaluran daya akan bertambah besar. Untuk mengetrapkan metode analisa, perhitungan dilakukan dengan mengambil contoh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 KV antara Ungaran-Krian. Keuntungan dari segi teknis adalah mengecilnya nilai jatuh tegangan (?V = 112.693,213KV menjadi ?V = 57.420,949 KV), sehingga penyaluran daya akan meningkat (daya yang bertambah = ?P = 311,257 MW). Sedangkan, keuntungan dari segi ekonomis adalah penghematan biaya, dimana keuntungan biaya kapasitas penyaluran yang didapat dari meningkatnya daya (Bks = 14.695,407 juta) lebih besar daripada biaya dari daya kapasitor pada peralatan kompensasi (Bk = 3.885,86 juta).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-5333311152995114882?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://etd.library.ums.ac.id/go.php?id=jtptums-gdl-s1-2007-budidoyopr-3865' title='STUDI OPTIMASI KOMPENSASI KAPASITOR SERI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV UNGARAN � KRIAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/5333311152995114882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/studi-optimasi-kompensasi-kapasitor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5333311152995114882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/5333311152995114882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/studi-optimasi-kompensasi-kapasitor.html' title='STUDI OPTIMASI KOMPENSASI KAPASITOR SERI PADA SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV UNGARAN � KRIAN'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-4607515115078514129</id><published>2009-01-21T08:27:00.005+08:00</published><updated>2009-01-21T08:38:01.942+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapasitor'/><title type='text'>Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membahas tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perbaikan faktor daya&lt;/span&gt; dengan menggunakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kapasitor&lt;/span&gt;, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya Semu&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya Aktif&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya Reaktif&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem listrik AC/Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu:&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya semu  (S, VA, Volt Amper)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya aktif  (P, W, Watt)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daya reaktif  (Q, VAR, Volt Amper Reaktif)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rangkaian listrik AC, bentuk gelombang tegangan dan arus sinusoida, besarnya daya setiap saat tidak sama. Maka daya yang merupakan daya rata-rata diukur dengan satuan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Watt&lt;/span&gt;,Daya ini membentuk energi aktif persatuan waktu dan dapat diukur dengan kwh meter dan juga merupakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya nyata&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya aktif&lt;/span&gt; (daya  poros, daya yang sebenarnya) yang digunakan oleh beban untuk melakukan tugas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya semu&lt;/span&gt; dinyatakan dengan satuan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Volt-Ampere&lt;/span&gt; (disingkat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VA&lt;/span&gt;), menyatakan kapasitas peralatan listrik, seperti yang tertera pada peralatan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;generator&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;transformator&lt;/span&gt;. Pada suatu instalasi, khususnya di pabrik/industri juga terdapat beban tertentu seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;motor listrik&lt;/span&gt;, yang memerlukan bentuk lain dari daya, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya reaktif&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VAR&lt;/span&gt;) untuk membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;medan magnet&lt;/span&gt; atau dengan kata lain &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;daya reaktif&lt;/span&gt; adalah daya yang terpakai sebagai energi pembangkitan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;flux magnetik&lt;/span&gt; sehingga timbul magnetisasi dan daya ini dikembalikan ke sistem karena efek induksi elektromagnetik itu sendiri, sehingga daya ini sebenarnya merupakan beban (kebutuhan) pada suatu sistim tenaga listrik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SVU-1BoX1PI/AAAAAAAAAj0/FhcYJ1pdL64/s320/Gb+1.+Segitiga+Daya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SVU-1BoX1PI/AAAAAAAAAj0/FhcYJ1pdL64/s320/Gb+1.+Segitiga+Daya.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Segitiga Daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Faktor  Daya / Faktor Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor daya&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;faktor kerja&lt;/span&gt; adalah perbandingan antara  daya aktif (watt) dengan  daya semu/daya total (VA), atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cosinus sudut&lt;/span&gt; antara daya aktif dan daya semu/daya total (lihat gambar 1). Daya reaktif yang tinggi akan meningkatkan sudut ini dan sebagai hasilnya faktor daya akan menjadi lebih rendah. Faktor daya selalu lebih kecil atau sama dengan satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara teoritis, jika seluruh beban daya yang dipasok oleh perusahaan listrik memiliki faktor daya satu, maka daya maksimum yang ditransfer setara dengan kapasitas sistim pendistribusian. Sehingga, dengan beban yang terinduksi dan jika faktor daya berkisar dari 0,2 hingga 0,5, maka kapasitas jaringan distribusi listrik menjadi tertekan. Jadi, daya reaktif (VAR) harus serendah mungkin untuk keluaran kW yang sama dalam rangka meminimalkan kebutuhan daya total (VA).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor Daya&lt;/span&gt; / &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor kerja&lt;/span&gt; menggambarkan sudut phasa antara daya aktif dan daya semu. Faktor daya yang rendah merugikan karena mengakibatkan arus beban tinggi. Perbaikan faktor daya ini menggunakan kapasitor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapasitor untuk Memperbaiki Faktor Daya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kapasitor pengkoreksi faktor daya&lt;/span&gt; pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapasitor&lt;/span&gt; bertindak sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pembangkit daya reaktif&lt;/span&gt; dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah contoh yang memperlihatkan perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor ditunjukkan dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh 1. Sebuah pabrik kimia memasang sebuah trafo 1500 kVA. Kebutuhan parik pada mulanya 1160 kVA dengan faktor daya 0,70. Persentase pembebanan trafo sekitar 78 persen (1160/1500 = 77.3 persen). Untuk memperbaiki faktor daya dan untuk mencegah denda oleh pemasok listrik, pabrik menambahkan sekitar 410 kVAr pada beban motor. Hal ini meningkatkan faktor daya hingga 0,89, dan mengurangi kVA yang diperlukan menjadi 913 kVA, yang merupakan penjumlahan vektor kW dankVAr. Trafo 1500 kVA kemudian hanya berbeban 60 persen dari kapasitasnya. Sehingga pabrik akan dapat menambah beban pada trafonya dimasa mendatang. (Studi lapangan NPC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SVU-17-x-cI/AAAAAAAAAj8/SQTdffkGDhg/s1600-h/faktor+daya+setelah+kompensasi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SVU-17-x-cI/AAAAAAAAAj8/SQTdffkGDhg/s320/faktor+daya+setelah+kompensasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284198834144147906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh 2. Sekelompok lampu pijar dengan tegangan 220V/58 W, digabungkan dengan 12 lampu TL 11 W, ada 30 buah lampu pijar dan lampu TL. Faktor daya terukur sebesar cos alpha1= 0,5. Hitunglah daya semu dari beban dan besarnya arus I1 sebelum kompensasi, Jika diinginkan faktor kerja menjadi cos alpha2=0,9. hitung besarnya arus I2 (setelah kompensasi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a)   Besarnya daya lampu gabungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PG = (58 W x 18) + (11 W x 12) = 1176 watt = 1,176 kW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cos phi1 = PG/S1 -&gt;&gt; S1 =  Pg/Cos phi1 = 1,176kW/0,5 = 2,352 kVA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I1 = S1/U = 2,352 kVA/220 V = 10,69 ampere (A)--&gt; sebelum kompensasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b) besarnya daya setelah kompensasi (cos phi = 0,9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;S2 = PG/Cos phi2 = 1,176 kW/0,9 = 1,306 kVA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;maka I2 = S2/U= 1,306 kVA/220 V = 5,94 A --&gt; setelah kompensasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keuntungan Perbaikan Faktor Daya dengan Penambahan Kapasitor  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keuntungan perbaikan faktor daya melalui pemasangan kapasitor adalah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Bagi Konsumen, khususnya perusahaan atau industri: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Diperlukan hanya sekali investasi untuk pembelian dan pemasangan kapasitor  dan  tidak ada biaya terus menerus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Mengurangi biaya listrik bagi perusahaan, sebab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (a) daya reaktif (kVAR) tidak lagi dipasok oleh perusahaan utilitas sehingga kebutuhan total(kVA) berkurang dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (b) nilai denda yang dibayar jika beroperasi pada faktor daya rendah dapat  dihindarkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Mengurangi kehilangan distribusi (kWh) dalam jaringan/instalasi pabrik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Tingkat tegangan pada beban akhir meningkat sehingga meningkatkan kinerja motor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Bagi utilitas pemasok listrik  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Komponen reaktif pada jaringan dan arus total pada sistim ujung akhir berkurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Kehilangan daya I kwadrat R dalam sistim berkurang karena penurunan arus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Kemampuan kapasitas jaringan distribusi listrik meningkat, mengurangi kebutuhan untuk memasang kapasitas tambahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;METODA PEMASANGAN INSTALASI KAPASITOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara pemasangan instalasi kapasitor dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Global compensation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arus yang turun dari pemasangan model ini hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Sedangkan arus yang lewat setelah MDP tidak turun dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. Terlebih instalasi tenaga dengan penghantar yang cukup panjang Delta Voltagenya masih cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sectoral Compensation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP. Cara ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Individual Compensation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan metoda ini kapasitor langsung dipasang pada masing masing beban khususnya yang mempunyai daya yang besar. Cara ini sebenarnya lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. Namun ada kekurangan nya yaitu harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor tersebut sehingga mengurangi nilai estetika. Disamping itu jika mesin yang dipasang sampai ratusan buah berarti total cost yang di perlukan lebih besar dari metode diatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komponen-komponen utama yang terdapat pada panel kapasitor antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Main switch / load Break switch&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Main switch ini sebagai peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menentukan kapasitas yang dipakai dengan perhitungan minimal 25 % lebih besar dari perhitungan KVar terpasang dari sebagai contoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika daya kvar terpasang 400 Kvar dengan arus 600 Ampere , maka pilihan kita berdasarkan 600 A + 25 % = 757 Ampere yang dipakai size 800 Ampere.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kapasitor Breaker.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kapasitor Breaker digunkakan untuk mengamankan instalasi kabel dari breaker ke Kapasitor bank dan juga kapasitor itu sendiri. Kapasitas breaker yang digunakan sebesar 1,5 kali dari arus nominal dengan I m = 10 x Ir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menghitung besarnya arus dapat digunakan rumus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I n = Qc / 3 . VL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai contoh : masing masing steps dari 10 steps besarnya 20 Kvar maka dengan menggunakan rumus diatas didapat besarnya arus sebesar 29 ampere , maka pemilihan kapasitas breaker sebesar 29 + 50 % = 43 A atau yang dipakai 40 Ampere.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain breaker dapat pula digunakan Fuse, Pemakaian Fuse ini sebenarnya lebih baik karena respon dari kondisi over current dan Short circuit lebih baik namun tidak efisien dalam pengoperasian jika dalam kondisi putus harus selalu ada penggantian fuse. Jika memakai fuse perhitungannya juga sama dengan pemakaian breaker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Magnetic Contactor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Magnetic contactor diperlukan sebagai Peralatan kontrol.Beban kapasitor mempunyai arus puncak yang tinggi , lebih tinggi dari beban motor. Untuk pemilihan magnetic contactor minimal 10 % lebih tinggi dari arus nominal ( pada AC 3 dengan beban induktif/kapasitif). Pemilihan magnetic dengan range ampere lebih tinggi akan lebih baik sehingga umur pemakaian magnetic contactor lebih lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Kapasitor Bank&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kapasitor bank adalah peralatan listrik yang mempunyai sifat kapasitif..yang akan berfungsi sebagai penyeimbang sifat induktif. Kapasitas kapasitor dari ukuran 5 KVar sampai 60 Kvar. Dari tegangan kerja 230 V sampai 525 Volt atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapasitor Bank&lt;/span&gt; adalah sekumpulan beberapa kapasitor yang disambung secara parallel untuk mendapatkan kapasitas kapasitif tertentu. Besaran yang sering dipakai adalah Kvar (Kilovolt ampere reaktif) meskipun didalamnya terkandung / tercantum besaran kapasitansi yaitu Farad atau microfarad. Kapasitor ini mempunyai sifat listrik yang kapasitif (leading). Sehingga mempunyai sifat mengurangi / menghilangkan terhadap sifat induktif (leaging)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Reactive Power Regulator&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peralatan ini berfungsi untuk mengatur kerja kontaktor agar daya reaktif yang akan disupply ke jaringan/ system dapat bekerja sesuai kapasitas yang dibutuhkan. Dengan acuan pembacaan besaran arus dan tegangan pada sisi utama Breaker maka daya reaktif yang dibutuhkan dapat terbaca dan regulator inilah yang akan mengatur kapan dan berapa daya reaktif yang diperlukan. Peralatan ini mempunyai bermacam macam steps dari 6 steps , 12 steps sampai 18 steps.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peralatan tambahan yang biasa digunakan pada panel kapasitor antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Push button on dan push button off yang berfungsi mengoperasikan magnetic contactor secara manual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Selektor auto – off – manual yang berfungsi memilih system operasional auto dari modul atau manual dari push button.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Exhaust fan + thermostat yang berfungsi mengatur ambeint temperature (suhu udara sekitar) dalam ruang panel kapasitor. Karena kapasitor, kontaktor dan kabel penghantar mempunyai disipasi daya panas yang besar maka temperature ruang panel meningkat.setelah setting dari thermostat terlampaui maka exhust fan akan otomatis berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : Hage&lt;br /&gt;(Sumber :http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/perbaikan-faktor-daya-menggunakan.html)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-4607515115078514129?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/4607515115078514129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/perbaikan-faktor-daya-menggunakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4607515115078514129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/4607515115078514129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/perbaikan-faktor-daya-menggunakan.html' title='Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jqFxKzwEbD8/SVU-1BoX1PI/AAAAAAAAAj0/FhcYJ1pdL64/s72-c/Gb+1.+Segitiga+Daya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-6873517734299575995</id><published>2009-01-12T13:53:00.004+08:00</published><updated>2009-01-22T11:32:18.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='symantec'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='virus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AVIRA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='update NAV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='avg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NAV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antivirus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mcafee'/><title type='text'>Kumpulan Link (AntiVIrus)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ini beberapa kumpulan URL dan HTML UPDATE  ANTIVIRUS  :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;AVG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;free.grisoft.com/softw/70free/update/u7iavi1127vg.bin&lt;br /&gt;free.grisoft.com/doc/update/us/frt/0&lt;br /&gt;free.grisoft.com/softw/70free/update/u7iavi1129r7.bin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NAV&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;www.symantec.com/avcenter/download/pages/US-N95.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MCAFEE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;www.mcafee.com/apps/downloads/security_updates/dat.asp&lt;br /&gt;www.mcafee.com/apps/downloads/security_updates/dat.asp?region=us&amp;amp;segment=enterprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AVIRA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;http://www.avira.com/en/support/vdf_update.html&lt;br /&gt;link: http://dl.antivir.de/down/vdf/ivdf_fusebundle_nt_en.zip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sebagian  URL dan link kadang berubah, namun akan lebih baik membuka situs dengan URL awal antivirus tersebut, misal http://www.avira.com, untuk melihat produk dab update lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-6873517734299575995?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/6873517734299575995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/kumpulan-situs-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6873517734299575995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/6873517734299575995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/kumpulan-situs-gratis.html' title='Kumpulan Link (AntiVIrus)'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2969938631650545286.post-8896023272768577792</id><published>2009-01-07T11:34:00.002+08:00</published><updated>2009-01-07T11:35:49.132+08:00</updated><title type='text'>Lirik Lagu</title><content type='html'>Cinta Harus Dimengerti (ost.Termehek Mehek)&lt;br /&gt;The Sabian Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat cinta memang harus diakhiri&lt;br /&gt;saat cinta takkan bisa di mengerti&lt;br /&gt;engkau tak lagi beri aku&lt;br /&gt;kesempatan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;aku bukanlah malaikat&lt;br /&gt;jika bukan makhluk dari surga&lt;br /&gt;maafkanlah aku&lt;br /&gt;yang tak sempurna&lt;br /&gt;di hadapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hapus rasa hapus cinta hapus kisah&lt;br /&gt;kini engkau bukanlah milikku&lt;br /&gt;meski takkan mudah untuk dilupakan&lt;br /&gt;semua kenangan indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to reff 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat cinta memang harus diakhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Kau &amp;amp; Kenanganku&lt;br /&gt;Second Civil &lt;br /&gt;Saat kau membuka pintu hatimu&lt;br /&gt;Mungkin aku telah jauh&lt;br /&gt;Meninggalkan dirimu dan kenanganku&lt;br /&gt;Rasa kecewaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kau yang terindah&lt;br /&gt;Yang pernah tercipta&lt;br /&gt;Namun bukannya kau harus&lt;br /&gt;Sia-saikan aku dengan segala tingkahmu&lt;br /&gt;Rasa kecewaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Biarkanlah aku mengembara jauh&lt;br /&gt;Menghapus lupa kecewa karna cintamu&lt;br /&gt;Jangan kau sesali kenyataan ini&lt;br /&gt;Karna ku bahagia lepas dari jeratmu&lt;br /&gt;Ooo.. dari jeratmu ooo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilfil (Manusia Tak Berharga)&lt;br /&gt;D’Masiv&lt;br /&gt;Kau buat…&lt;br /&gt;Dirimu seakan paling sempurna&lt;br /&gt;Dan ku tak tahu apa yang kau fikirkan&lt;br /&gt;Yang kau inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[#:]&lt;br /&gt;Dan akhirnya…&lt;br /&gt;S’galanya telah terungkap semua&lt;br /&gt;Kau tak lebih dari manusia tak berharga&lt;br /&gt;Aku terluka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Reff:]&lt;br /&gt;Nafas lahir benciku terlahir&lt;br /&gt;Saat kemunafikan dirimu terungkapkan&lt;br /&gt;Oohh… jangan fikir aku kan bersedih&lt;br /&gt;Meski kau telah kianati&lt;br /&gt;Cintaku yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[#] [Reff]&lt;br /&gt;[interlude]&lt;br /&gt;[Reff 2x]&lt;br /&gt;Kau sakiti aku…&lt;br /&gt;Khia..nati… aku…&lt;br /&gt;Kau sakiti aku…&lt;br /&gt;Khia..nati… aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelora Asmara&lt;br /&gt;Derby Romero&lt;br /&gt;Datanglah nyatakanlah cintamu&lt;br /&gt;Katakan bahwa kau menginginkan diriku&lt;br /&gt;Datanglah bawalah bunga-bunga&lt;br /&gt;Agar kau dapat membuat diriku terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Aku disini duduk manis menantimu&lt;br /&gt;Akupun ingin membuat kau tak menyesal&lt;br /&gt;Bahwa kau telah memilih diriku ini&lt;br /&gt;Yang akan terus membuat hidupmu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah nyatakan janji cinta&lt;br /&gt;Yang akan kau ucapkan itu yang terakhir&lt;br /&gt;Datanglah bawalah aku pergi&lt;br /&gt;Bersama dengan semua gelora asmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupmu indah&lt;br /&gt;Hidupmu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Muda&lt;br /&gt;Bunga Citra Lestari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilang papa mu&lt;br /&gt;Ku takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal&lt;br /&gt;Bilang mama mu&lt;br /&gt;Ku cinta padamu dan aku tak pernah main main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua&lt;br /&gt;Mereka pun pernah muda… pernah muda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilang papa mu berhenti urusin semua urusan kau dan aku&lt;br /&gt;Bilang mama mu tak perlu kuatir atau pun curiga kepadaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua&lt;br /&gt;Mereka pun pernah muda…&lt;br /&gt;Saatnya kau dan aku sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Juga Tahu&lt;br /&gt;Dewi Lestari&lt;br /&gt;Lelahmu jadi lelahku juga&lt;br /&gt;Bahagiamu bahagiaku pasti&lt;br /&gt;Berbagi takdir kita selalu&lt;br /&gt;Kecuali tiap kau jatuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini hampir habis dayaku&lt;br /&gt;Membuktikan padamu ada cinta yang nyata&lt;br /&gt;Setia hadir setiap hari&lt;br /&gt;Tak tega biarkan kau sendiri&lt;br /&gt;Meski seringkali kau malah asyik sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau tak lihat terkadang malaikat&lt;br /&gt;Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan&lt;br /&gt;Namun kasih ini silakan kau adu&lt;br /&gt;Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampamu tak kan hilang semalam&lt;br /&gt;Oleh pacar impian&lt;br /&gt;Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna&lt;br /&gt;Tapi siap untuk diuji&lt;br /&gt;Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak kau lihat terkadang malaikat&lt;br /&gt;Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan&lt;br /&gt;Namun kasih ini silakan kau adu&lt;br /&gt;Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu meminta tuk terus kutemani&lt;br /&gt;Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti&lt;br /&gt;Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak kau lihat terkadang malaikat&lt;br /&gt;Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan&lt;br /&gt;Namun kasih ini silakan kau adu&lt;br /&gt;Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Terakhir&lt;br /&gt;ST12&lt;br /&gt;Tak pernah terpikir olehku&lt;br /&gt;Tak sedikitpun ku bayangkan&lt;br /&gt;Kau akan pergi tinggalkan kusendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sulit kubayangkan&lt;br /&gt;Begitu sakit ku rasakan&lt;br /&gt;Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah batu nisan kini&lt;br /&gt;Kau tlah sandarkan&lt;br /&gt;Kasih sayang kamu begitu dalam&lt;br /&gt;sungguh ku tak sanggup&lt;br /&gt;Ini terjadi karna ku sangat cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Inilah saat terakhirku melihat kamu&lt;br /&gt;Jatuh air mataku menangis pilu&lt;br /&gt;Hanya mampu ucapkan&lt;br /&gt;Selamat jalan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu;kamu;kamu di hatiku&lt;br /&gt;Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup&lt;br /&gt;Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu… di hatiku&lt;br /&gt;Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup&lt;br /&gt;di nanti ku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reep:*&lt;br /&gt;# 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hoooo….wouwo….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2969938631650545286-8896023272768577792?l=fuzairin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fuzairin.blogspot.com/feeds/8896023272768577792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/lirik-lagu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8896023272768577792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2969938631650545286/posts/default/8896023272768577792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fuzairin.blogspot.com/2009/01/lirik-lagu.html' title='Lirik Lagu'/><author><name>Fujairin ( mas ir...)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16490121331655377356</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_QWbMgycyaqQ/SaFQzlco0II/AAAAAAAAABY/TjYClbvFYgY/S220/fuja.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
